Malaysia dan India Lockdown, Harga Referensi CPO Turun

02 Juli 2021 11:46 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Minyak Kelapa Sawit/ Sumber: ugm.ac.id

JAKARTA – Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Juli 2021 mengalami penurunan. Semula US$1.223,90/MT pada periode Juni 2021, menjadi USD 1.094,15/MT. Harga referensi tersebut turun US$129,75 atau 10,60%.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang dikenakan BK.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, penurunan harga referensi CPO dipengaruhi oleh kebijakan lockdown yang dilakukan oleh Malaysia dan India.

“Saat ini, harga referensi CPO menurun, tetapi masih melampaui threshold yang sebesar USD 750/MT,” mengutip dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Juli 2021.

Hal ini menyebabkan pengenaan BK CPO juga turun menjadi US$116/MT untuk periode Juli 2021. Disebutkan, besaran BK tersebut merujuk pada Kolom 8 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020. Nilai tersebut turun sebesar US$67 dari BK CPO periode Juni 2021 sebesar US$183/MT.

Biji Kakao Ikut Turun

Tak hanya CPO, penurunan harga referensi ini juga dialami oleh HPE biji kakao. Ia menyebut, persediaan kakao global tengah melimpah sehingga harga referensi biji kakao pada Juli 2021 menurun 1,95%. Nilai awalnya sebesar 2.455,82/MT menjadi US$2.407,98/MT.

Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Juli 2021 menjadi US$2.123/MT, menurun sebesar 2,12% dari US$2.169/MT.

Sementara itu, HPE produk kulit dan kayu tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Hal ini juga berlaku untuk BK komoditas produk kayu dan produk kulit. BK produk kayu dan produk kulit tercantum pada Lampiran II Huruf A Peraturan Menteri Keuangan No.166/PMK.010/2020.

Berita Terkait