Maksimalkan Potensi Pertanian di Tengah Pandemi, Pemerintah Inisiasi Program Merdeka Ekspor untuk Dorong Pertumbuhan

06 Agustus 2021 14:30 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

Syahrul Yasin Limpo (Trenasia.com)

Jakarta - Sektor pertanian dinilai mampu menumbuhkan ekonomi nasional, bahkan saat di tengah pandemi. Pasalnya, sektor pertanian Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan positif di triwulan II tahun 2021 yang diperkirakan sebesar 0,38 persen secara year over year (YOY). 

Sektor ini sendiri menjadi salah satu dari 5 sektor usaha menyumbang Produk Domestik Bruto  (PDB) terbesar di triwulan II 2021. Menurut Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, pertumbuhan sebesar 0,38 persen ini terjadi akibat meningkatnya produksi unggas akibat permintaan di dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu, untuk pertumbuhan ekspor di sektor pertanian sendiri, Syahrul merinci pada triwulan I 2021, naik sebesar 40,29% atau secara total pendapatan ekspor sebesar Rp277,95 triliun rupiah. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi pertanian nasional yang terus tumbuh di tengah pandemi,  pemerintah akan mendorong petani menjalankan ‘Program Merdeka Ekspor’ pada 17 Agustus 2021 mendatang. 

“Pada triwulan I 2021, naik sebesar 40,29% atau secara total pendapatan ekspor sebesar Rp277,95 triliun rupiah,” kata Syahrul saat konferensi pers virtual, Kamis, 5 Agustus 2021.

Program Merdeka Ekspor ini mengharuskan agar setiap daerah di Indonesia wajib melakukan ekspor dari berbagai produk unggulan masing-masing. 

"Yang jadi target (program ekspor merdeka) itu semua kabupaten harus punya kemauan dan dorongan untuk mempersiapkan ekspor," ujar Syahrul usai mengikuti pertemuan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sulsel.

Syahrul berharap tidak ada daerah, kabupaten dan kota yang tidak melakukan ekspor pada saat program merdeka ekspor.

"Tidak ada kabupaten yang tidak melakukan ekspor. Seluruh karantina di seluruh Indonesia, saya akan berhentikan jika tidak melakukan tugas dengan baik," ujarnya.

Lewat program itu, diharapkan akan menjadi momentum bagi setiap daerah untuk mengekspor produk unggulannya ke negara-negara tujuan. 

Selain itu, Syahrul menjabarkan, dari 5 sektor unggulan dari pertanian,  tercatat peternakan tumbuh diatas 7%, hortikultura diatas 4%, dan  perkebunan lebih dari 5%. 

Sedangkan, pertumbuhan tanaman pangan di triwulan II ini mengalami penurunan karena musim panen telah berlangsung di  triwulan I 2021.  Meski begitu, menurut BPS, Pertanian adalah sektor yang tumbuh konsisten sepanjang pandemi, sebelumnya pada Triwulan II 2020, ada kontraksi mendalam sebanyak 5,3%, namun laju pertumbuhan usaha pertanian,  kehutanan, dan perikanan tetap bisa terus tumbuh mencapai 2,20%.

Berita Terkait