Makin Mesra! China Siap Guyur Investasi ke Indonesia Rp20 Triliun

April 17, 2021, 03:05 AM UTC

Penulis: Sukirno

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan dari Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada Selasa, 12 Januari 2021 di Parapat, Sumatra Utara. / Dok. Kemenko Marves

JAKARTA – Sejumlah investor asal China bakal mengguyur dana investasi untuk Indonesia hingga US$1,38 miliar setara Rp20 triliun (asumsi kurs Rp14.592 per dolar Amerika Serikat) dalam waktu dekat.

Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan China akan melakukan investasi US$1,38 miliar.

“Sejauh ini Tiongkok sudah banyak investasi ke Kalimantan Barat. Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi di bidang furnitur US$1,38 miliar,” ujarnya saat Webinar Internasional Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalbar dilansir Antara, Jumat, 16 April 2021.

Ia menjelaskan bahwa pada pertengahan April–Mei 2021 akan dilakukan kunjungan oleh pelaku usaha China ke Indonesia terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng.

“Tentu investasi ini menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerja sama perdagangan,” jelas dia.

Sejauh ini jelas dia Kalbar berperan besar dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok yakni sebesar 10,13%.

“Yang menarik ekspor Indonesia meningkat termasuk kontribusi dari Kalbar signifikan 10,13 persen, dengan peningkatan ini kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, ini merupakan data dari Tiongkok,” kata dia.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini di negara ASEAN menempati urutan ke 4 sebagai eksportir terbesar ke China tahun 2020.

“Hingga pandemi saat ini hubungan antara Indonesia-Tiongkok terjalin dengan baik dan untuk total investasi Tiongkok sendiri di Indonesia tahun 2020 terealisasi sebesar US$4,8 miliar,” kata dia.

Nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15% dibandingkan dengan total ekspor 2019.

“Ada peningkatan ekspor Indonesia untuk tahun ini sebesar 15 persen, produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang daripadanya 544,07 persen dan barang lainnya,” kata dia.

Total perdagangan antar dua negara tersebut sudah di atas US$78,48 miliar, ada sedikit penurunan volume dikarenakan adanya Pandemi COVID-19.

“Untuk perdagangan tahun 2020 dengan adanya pandemi saat ini pariwisata menjadi mati suri, semoga dengan penanganan yang tepat pariwisata menjadi meningkat,” harap dia. (SKO)