Makin Digandrungi, Ini Keunggulan Paylater dari Kartu Kredit

12 Agustus 2021 13:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Kredivo founder team (Kredivo)

JAKARTA –  Istilah beli sekarang bayar nanti (buy now pay later/ BNPL) barangkali sudah tak lagi asing, utamanya di generasi milenial.  Meski belum lama merajalela, sejatinya model pembiayaan BNPL sudah ada sejak 2013 dengan perkembangan model bisnis yang berkembang. 

Melansir riset dari Momentum Works bertajuk Blooming e-commerce in Indonesia, Kamis 12 Juli 2021, BNPL merupakan opsi pembiayaan kredit yang memungkinkan konsumen membeli item dan servis terlebih dahulu dan bisa membayarnya di kemudian hari. 

Layanan ini dimulai pada 2013 ketika home credit  menawarkan model pembiayaan serupa untuk offline merchants. Layanan home credit juga memiliki mekanisme pembiayaan yang serupa seperti yang dipakai oleh perusahaan multifinance.

Akan tetapi, BNPL makin menawarkan inklusi keuangan. Di mana BNPL menargetkan konsumen yang justru tidak terjangkau oleh bank atau perusahaan multifinance.

Para pemain BNPL juga menyasar pada pembiayaan skala kecil melalui volume perdagangan daring yang sangat besar saat ini. Dengan basis konsumen daring yang besar, BNPL memiliki pasar yang sangat besar dengan menjaring konsumen yang tidak terjaring kredit tradisional.

Momentum Works juga membandingkan dari berbagai aspek antara kartu kredit dengan BNPL. 

Pertama, dari aspek penilaian (scoring), kartu kredit masih menggunakan mekanisme yang tradisnional. Sedangkan BNPL menggunakan data aktivitas daring yang terkoneksi dengan media sosial, e-commerce atau akun bank calon debitur.

Kedua, limit yang ditawarkan oleh kartu kredit lebih tinggi dibandingkan dengan BNPL. Ketiga, akses pembiayaan dari kartu kredit memiliki waktu lebih panjang, mulai dari pengajuan aplikasi sampai pencairan dana bisa memakan waktu sepekan hingga beberapa pekan.

Sementara BNPL menawarkan aplikasi dan pencairan yang instan, dengan 100% menggunakan digital know your costumer (KYC) sehingga calon debitur tak perlu melakukan kontak fisik dengan perusahaan BNPL.

Keempat, biaya pembiayaan di kartu kredit juga lebih tinggi dibandingkan dengan BNPL. 

Berita Terkait