Makin Buat Pengguna Nyaman, Instagram Luncurkan Pengaturan Kontrol Pencarian Konten Sensitif

21 Juli 2021 22:48 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Ilustrasi Instagram

JAKARTA - Baru-baru ini, Facebook mengumumkan pengaturan baru di Instagram, yang memungkinkan pengguna untuk membatasi seberapa banyak konten sensitif yang berpotensi muncul di tab Jelajahi atau Pencarian Instagram Anda.

Menurut Facebook, pengaturan Kontrol Konten Sensitif yang baru ini akan memungkinkan pengguna untuk melihat lebih banyak atau lebih sedikit beberapa jenis konten sensitif, yang mungkin menjengkelkan atau menyinggung.

Mengutip dari The Verge, seberapa banyak konten yang akan ditampilkan atau tidak ditampilkan, akan bisa diatur dalam tiga level, yaitu "Izinkan", "Batasi (Default)", dan "Batasi Lebih Banyak".

Pada halaman dukungan untuk Kontrol Konten Sensitif, Instagram mengatakan bahwa konten sensitif dapat mencakup postingan yang menjurus ke arah seksual atau kekerasan, serta postingan yang mempromosikan hal-hal seperti penggunaan tembakau atau obat-obatan.

Postingan yang benar-benar melanggar aturan Facebook akan tetap dihapus.

Sedangkan Kontrol Konten Sensitif hanya memberi pengguna lebih banyak opsi tentang seberapa banyak mereka ingin diekspos ke konten yang dirasa dapat mengganggu di tab Jelajahi.

Misalnya, Facebook mengatakan konten yang menampilkan perkelahian atau orang-orang dengan pakaian tembus pandang dapat dianggap "sensitif", dan oleh karena itu tidak boleh muncul di halaman Jelajahi untuk orang yang memiliki batasan konten sensitif.

Namun, kekerasan atau ketelanjangan "grafis" akan dihapus dari situs dan tidak akan ditampilkan bahkan bagi mereka yang memiliki Kontrol Konten Sensitif yang disetel ke "Izinkan".

Pengumuman pengaturan di Instagram ini muncul pada saat banyak media sosial lainnya yang berupaya untuk menangani konten yang membuat resah penggula lain. Seperti tahun lalu,  TikTok memperkenalkan layar peringatan untuk video yang berpotensi grafis, dan Pinterest baru-baru ini mengumumkan larangan iklan penurunan berat badan. 

Instagram sendiri telah mencoba mengaburkan gambar yang berpotensi memicu orang yang berjuang dengan gangguan makan, dan menyediakan sumber daya bagi pengguna yang mencari konten terkait gangguan makan. 
 

Berita Terkait