Luncurkan Platform Pendanaan U-Energy, UOB Indonesia Bantu Efesiensi Energi Hingga 20 Persen

23 Juni 2022 20:20 WIB

Penulis: Agnes Yohana Simamora

Editor: Yosi Winosa

Luncurkan U-Energy, UOB Indonesia Dorong Efesiensi Energi (Tangkapan Layar TrenAsia)

JAKARTA — PT Bank UOB Indonesia meluncurkan platform pendanaan terintegrasi U-Energy untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang dikhususkan bagi perumahan dan gedung sebagai wujud aktif perseroan ikut berkontribusi pada program target net-zero yang ditetapkan pemerintah pada 2060. 

Platform ini ditargetkan mampu mengurangi rata - rata 20% penggunaan energi bagi pemilik gedung, pemilik rumah hingga perusahaan penyedia energi.

Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan platform pembiayaan U-Energy itu terbilang sebagai fasilitas pendanaan pertama di kawasan Asia berkaitan dengan upaya efisiensi energi dari bangunan komersial dan perumahan.

"U-Energy menjadi rangkaian solusi pembiayaan berkelanjutan dari UOB yang berdasarkan pada kerangka pendanaan kota pintar berkelanjutan atau smart city sustainable framework yang memprioritaskan aspek ramah lingkungan," kata Hendra dalam diskusi panel Transitioning to Net Zero Through Energy Efficiency secara virtual, Kamis, 23 Juni 2022.

Ditambahkan, UOB akan menjalin kerja sama dengan empat penyedia jasa energi lokal yang dapat dimanfaatkan nasabah dalam proyek efisiensi energi yakni PT Amerindo Energy Solutions, Barghest Building Performance, G-Energy, dan Schneider Electric.

Mitra-mitra U-Energy ini dapat mendukung proyek efisiensi energi seperti dalam hal mendukung pemanfaatan chiller and efisiensi pendingin udara, pemasangan panel surya di atap, peralihan ke lampu LED, pengoptimalan sistem pengeolaan listrik dan energi, pengubahan muka bangunan untuk memantulkan cahaya matahari langsung guna mengurangi penyerapan panas, serta mengganti tangga berjalan dengan teknologi regenerasi energi.

Pemilik bangunan industri dan komersil dapat memilih pembelian langsung peralatan atau skema penghematan energi dengan pembiayaan hijau UOB. Berdasarkan skema ini, pemilik bangunan dapat memperoleh pinjaman, dengan menyetujui pemanfaatan peralatan yang optimal dan sistem penyesuaian ukuran alat-alat oleh mitra U-Energy.

Guna menjamin kecepatan, pengajuan pinjaman dari pemilik bangunan yang sudah menjadi nasabah UOB akan diproses cepat untuk memperoleh persetujuan. Sebagai alternatif, pemilik bangunan dapat mengadopsi model energy-as-service dan dalam hal ini UOB akan menyediakan pinjaman hijau bagi mitra U-Energy tanpa biaya di muka bagi pemilik bangunan.

Berdasarkan data Global Alliance for Buildings and Construction, bangunan dan proyek konstruksi menyumbang 38% emisi karbon. Sementara berdasarkan laporan McKinsey, Indonesia masih tertinggal dalam hal pengembangan energi terbarukan dan hanya baru memanfaatkan 2% dari potensi gabungan antara energi geotermal, surya, angin, air, dan biomas. Hanya 12% listrik di Indonesia berasal dari energi terbarukan. 

Di kesempatan yang sama, Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan mengatakan U-Energy dibangun dengan ekosistem mitra untuk memungkinkan akses yang sederhana dan lebih cepat terhadap solusi efisiensi energi bagi nasabah.

Berita Terkait