Luhut Pastikan PPKM Bakal Turun Level Tiap 2 Minggu, Ada Syaratnya!

24 Agustus 2021 02:01 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Sukirno

Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan terus dijalankan selama krisis pandemi COVID-19 masih berlangsung. 

Menurut Luhut, upaya ini dilakukan sebagai penyeimbang pengendalian pandemi COVID-19 dan proses pemulihan ekonomi nasional atau penciptaan lapangan kerja buat masyarakat.

"Saya ulangi, perlu kita ketahui bersama bahwa PPKM akan terus berlaku selama pandemi (COVID-19)," tegasnya dalam Konferensi Pers Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin, 23 Agustus 2021.

Meski begitu, Luhut berjanji, seiring berjalannya waktu, penerapan PPKM di tiap-tiap daerah akan terus mengalami penyesuaian level. Hal ini melihat tingkat seberapa parah penularan kasus COVID-19 di daerah tersebut.

"Penentuan levelnya menyesuaikan masing-masing daerah dan berlaku setiap dua minggu sekali berdasarkan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh presiden (Joko Widodo) setiap minggu," tambahnya.

Oleh karena itu, Menko Luhut mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap taat terhadap protokol kesehatan dan patuh terhadap ketentuan PPKM yang berlaku di masing-masing daerahnya. Sehingga, seluruh wilayah kabupaten/kota di Indonesia dapat segera masuk ke dalam level dua dan satu pada suatu waktu tertentu.

"Di akhir, dengan kerendahan hati ini. Saya mengajak agar kita semua terus memanjatkan doa. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kesehatan, kekuatan dan meridai seluruh langkah kita untuk terus berjuang keluar dari pandemi COVID-19 ini," tambahnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. Menurutnya, berkat perpanjangan PPKM ini, kasus pandemi di luar Jawa-Bali sudah mulai membaik. Dari 11 provinsi yang sebelumnya menerapkan PPKM Level 4 kini turun menjadi tersisa 7 provinsi. Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, dari 215 kab/kota yang sebelumnya menerapkan PPKM Level 3 kini menjadi 234 kab/kota.

Kemudian penerapan Level 4 di tingkat kabupaten juga menurun dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota. Sedangkan level 2 dari 39 kab/kota menjadi 48 kab/kota.

“Periode 10-23 Agustus tren konfirmasi harian menunjukkan kecenderungan turun, mobilitas di level 4 juga turun walau mobilitas range-nya masih di bawah 10 persen. Namun ada beberapa turun tajam, kita lihat situasinya mulai melandai,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengklaim Jakarta sudah berstatus zona hijau COVID-19. Riza menyebut perubahan zona ini seiring dengan percepatan vaksinasi Corona di Ibu Kota sehingga tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity.

"Kita bersyukur Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi herd immunity," kata Riza di Jakarta pada Minggu 22 Agustus 2021.

Berita Terkait