Luhut Ajak PNS Work From Bali, Sandiaga Uno: Tidak Ada Anggarannya!

25 Mei 2021 19:33 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Wamen Angela Tanoesodibjo saat akan mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkap kementeriannya tidak menyiapkan anggaran khusus untuk rencana work from Bali (WFB).

Rencana WFB itu sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) 7 Kementerian/Lembaga (K/L).

“Tidak ada alokasi khusus WFB, masih menggunakan anggaran lama yang akan dikelola dengan efisien,” kata Sandiaga Uno dalam keterangan resmi, Selasa, 25 Mei 2021.

Sandiaga menyebut belanja untuk WFB bagi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini memang diharapkan bisa menghidupkan kembali geliat perekonomian Bali yang terpukul pandemi COVID-19.

“Realisasi anggaran belanja pemerintah ini diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali,” ucap Sandiaga Uno.

Untuk diketahui, pagu anggaran Kemenparekraf pada 2021 disepakati mencapai Rp4,90 triliun. Selain itu, Sandiaga mengusulkan untuk menambah anggaran Kemenparekraf Rp3,7 triliun melalui skema hibah Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) kepada Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Tambahan dana hibah itu, kata Sandiaga, berguna untuk menambah cakupan destinasi wisata yang bakal digenjot pembangunnya mulai tahun ini.

“Pada 2020, penyaluran BIP dianggarkan sebesar Rp24 miliar dan di tahun ini sebesar Rp60 miliar. Selain itu BIP juga tidak ada prioritas destinasi, terbuka untuk seluruh indonesia,” ungkap Sandiaga.

Bali menjadi provinsi yang ekonomi paling terdampak COVID-19. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Bali masih terkontraksi 9% pada kuartal I-2021.

Sementara itu, data Kemenparekraf menyebut tingkat okupansi hotel berbintang masih rendah, yakni 8,99% dan hotel non-bintang 7,7%.

Sebanyak 25% PNS dari Jakarta bakal diboyong Sandiaga Uno dan Luhut ke Bali. PNS tersebut berasal dari tujuh K/L, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (LRD)

Berita Terkait