LPS Beri Keringanan Bank Bayar Premi

May 12, 2020, 04:04 AM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Direktur Eksekutif Riset, Surveilans, dan Pemeriksaan LPS Didik Madiyono, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, dan Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti dalam Konferensi Pers penetapan tingkat bunga penjaminan LPS periode Mei 2019 – September 2019. / Dok. LPS

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan keringanan pembayaran premi penjaminan sepanjang semester II-2020 untuk industri perbankan mulai Juli hingga Desember 2020.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan kelonggaran tersebut diberikan agar arus kas (cashflow) perbankan nasional tetap terkelola dengan baik.

Di samping itu, restrukturisasi kredit yang harus diberikan oleh perbankan juga menjadi salah satu faktor diberikannya kelonggaran premi tersebut.

“Dalam memberikan ruang gerak ke bank, LPS melonggarkan premi penjaminan untuk semester dua, berlaku dari Juli hingga akhir tahun,” ujarnya di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

Dengan demikian, bank-bank yang terlambat membayar premi tidak akan dikenai denda selama enam bulan ke depan mulai Juli 2020.

Seiring melambatnya aktivitas ekonomi akibat pandemi virus corona (COVID-19), lanjut Halim, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami penurunan. Ia menyampaikan data mutakhir DPK yang hanya tumbuh sebesar 7,98%, melambat dibandingkan dengan Maret lalu sebesar 9,66%.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada deposito rupiah yang turun menjadi 5,50% pada kuartal pertama tahun ini.

“Hal yang sama juga terlihat pada suku bunga valas yang turun 1,01%, serta rekening giro mengalami perlambatan 9,77% year-on-year (yoy) pada April 2020,” katanya.

Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat masih tinggi dalam hal tabungan perbankan. Industri perbankan mencatat, tabungan tumbuh 10,2% yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan Maret yakni 9,5% maupun April yang hanya 8,11%. (SKO)