Loyo Akhir 2021, Produksi Astra Agro Lestari Diprediksi Naik Tahun Ini

12 Januari 2022 13:33 WIB

Penulis: Merina

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. / Pixabay

JAKARTA - Perusahaan Grup Astra PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diharapkan memiliki kinerja produksi yang lebih baik pada Desember 2021 - Desember 2022, setelah mengalami penurunan pada November 2021.

Mirae Aset Sekuritas melalui risetnya yang ditulis oleh Juan Harahap mengungkapkan produksi tandan buah segar (TBS) AALI pada November 2021 mencapai 337.000 ton. Produksi ini turun sebesar 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Dengan penurunan tersebut, maka produksi TBS perseroan tercatat lebih rendah pada angka kumulatif sebesar 4 juta ton turun 4% (yoy) pada kuartal III-2021.

Juan menambahkan, di waktu bersamaan, produksi crude palm oil (CPO) AALI juga mengalami penurunan pada November 2021 sebesar 13,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Sejalan dengan produksi TBS, produksi CPO AALI juga tercatat lebih rendah sebesar 113.000 ton atau turun 2,6% (mom) dan 13,7% (yoy) pada November 2021.

"Sehingga produksi CPO pada November 2021 menjadi 1,4 juta ton (+5,2% yoy)," tulis Juan dalam riset yang dikutip Rabu, 12 Januari 2021.

Adapun peningkatan angka kumulatif ini disebabkan naiknya TBS yang diproses pasar pada kuartal III-2021.

Di sisi lain, saat ini perseroan telah melakukanpenanaman kembali seluas  4.471 hektare pada November 2021 atau 89,4% dari target penanaman kembali tahun 2021.

Prediksi 2022

Juan memperkirakan tren produksi CPO AALI akan berlanjut pada 2022 dengan total pertumbuhan 2,5% (yoy), yang didorong oleh prediksi kenaikan TBS sebesar 3,9% (yoy) pada 2022.

Akan tetapi, kenaikan ini diprediksi akan dibarengi dengan penurunan harga CPO global sebesar 4.100 ringgit Malaysia, turun 6,2% dari tahun 2021. Hal ini didukung oleh produksi minyak sawit yang lebih tinggi di Indonesia dan Malaysia.

Dengan analisa yang dilakukan, Juan mempertahankan rekomendasi beli AALI pada target harga Rp12.700.

"Rekomendasi panggilan ini didorong oleh hasil TBS tertinggi, area tanam tertinggi, dan harga CPO yang menguntungkan pada 2022," imbuhnya.

Berita Terkait