Lirik Potensi UMKM, Bank Maspion Optimistis Pendapatan Melesat 20 Persen

31 Agustus 2021 18:45 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Investor asal Thailand Kasikorn Vision Company Limited (KVision) membeli 30,1% saham Bank Maspion milik konglomerat Alim Markus senilai Rp333,37 miliar. / Bankmaspion.co.id

 JAKARTA – PT Bank Maspion Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2021. Emiten berkode BMAS ini melirik potensi peningkatan kinerja dari segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama (Dirut) Bank Maspion Herman Halim mengatakan tahun ini menjadi momentum pemulihan bagi segmen UMKM. Oleh karena itu, dirinya pede UMKM berbondong-bondong mengakses pembiayaan ke perseroan untuk meningkatkan produktivitasnya.

“Kami akan fokus pada sektor prospektif dengan target pasar berupa komunitas. Dalam hal ini, kami melihat ada produk ‘Dashsyat’ bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi UMKM,” jelas Herman dalam paparan virtual, Selasa, 31 Agustus 2021.

Kinerja pendapatan BMAS sepanjang paruh pertama tahun ini sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Hal ini tercermin dari pendapatan bunga yang meroket 42% yoy dari Rp432,98 miliar dari sebelumnya Rp298,31 miliar.

Kendati demikian, beban bunga yang ikut membengkak menjadi Rp296,20 miliar membuat pendapatan bunga bersih BMAS hanya tumbuh terbatas. Pendapatan bunga bersih BMAS hanya terungkit 7,1% dari Rp119,26 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp127,78 miliar pada semester I-2021.

“Kami tetap bisa bertahan, making profit dan bekerja lebih keras lagi di tahun 2021, setelah sebelumnya ada badai pandemi di 2020,” ujar Herman.

BMAS membukukan laba tahun berjalan Rp37,86 miliar pada paruh pertama tahun ini. Capaian itu lebih baik ketimbang semester I-2020 yang hanya Rp30,13 miliar.

Target lebih tinggi diusung perseroan dari sisi intermediasi. Herman menyatakan optimistis bisa mencapai target pertumbuhan kredit hingga 23% yoy.

Kendati demikian, BMAS harus memacu pertumbuhan kredit di sisa tahun ini. Pasalnya, hingga semester I-2021, pertumbuhan kredit BMAS baru menyentuh 18% year to date (ytd) atau senilai Rp8,16 triliun dari target sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diproyeksikan bisa tumbuh 35% menjadi Rp11,1 triliun. Maka, secara keseluruhan, BMAS mematok total aset mampu membengkak hingga 32% menjadi Rp13,4 triliun pada tahun ini.

Target tersebut sudah di depan mata. Baru semester I-2021, BMAS sudah mengumpulkan total aset hingga Rp13,18 triliun.

Dalam memuluskan target tersebut, Herman berharap situasi pandemi segera diatasi. Hal ini untuk mengantisipasi kembali lesunya sektor UMKM yang diklaim paling terdampak pandemi COVID-19.

“Bila situasi COVID-19 teratasi, kami optimistis bisa mencapai rencana kerja,” ujar Herman.

Tags: BMAS

Berita Terkait