Lepas Saham Treasuri, Produsen Sari Roti Raup Dana Rp459,1 miliar

JAKARTA – Produsen merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) dikabarkan telah menjual saham tresuri sebanyak 375,03 juta saham kepada Life Holding Pte Ltd. Jumlah tersebut merupakan total keseluruhan saham tresuri yang dikantongi perseroan sejak periode buyback 20 Juli 2018 hingga 11 Juni 2020.

Sekretaris Perusahaan Nippon Indosari Sri Mulyani mengatakan, harga pelaksanaan atas pelepasan saham tresuri tersebut dipatok Rp1.148 per lembar. Dengan begitu, total keseluruhan dana yang dikantongi ROTI dari pelepasan saham ini pun mencapai Rp459,41 miliar.

Rencananya, dana tersebut bakal digunakan untuk keperluan ekspansi usaha perseroan dan pengembangan pasar produk roti di Indonesia. Sekaligus juga untuk membayar utang jangka pendek perseroan.

“Diharapkan setelah pembayaran utang jangka pendek tersebut dapat mengurangi beban bunga perseroan,” tulis Sri dalam keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 5 Oktober 2020.

Usai transaksi tersebut, Lief Holding pun langsung muncul sebagai salah satu pemegang saham ROTI dengan porsi kepemilikan 6,06%. Perusahaan ini dimiliki oleh Wendy Yap yang juga mengisis posisi direktur utama perseroan.

Namun sebagaimana diketahui, Lief Holding sendiri juga sejatinya merupakan pemilik saham tidak langsung ROTI melalui Bonlight Investment Limited. Hingga saat ini, Bonlight bahkan masih menjadi salah satu pemegang saham terbesar di ROTI dengan kepemilikan 20,79% saham.

Di atas Bonlight ada PT Indoritel Makmur International Tbk (DNET) milik konglomerat Anthoni Salim dengan proporsi saham 25,77%. Selain itu, ada juga kepemilikan dari Demeter Indo Investment Pte. Ltd sebanyak 19,64%. Lalu Pasco Shikisima Corporation sebanyak 8,50% dan saham publik sebesar 19,23%.

Pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2020, saham ROTI tercatat melemah 0,82% atau minus 10 poin ke level Rp1.215 per lembar. Kapitalisasi pasar untuk produsen Sari Roti tersebut kini berada di angka Rp7,52 triliun. (SKO)

Tags:
Anthoni SalimemitenGrup Salimindustri makanan dan minumankonglomeratpt nippon indosari corpindo tbkrotisari roti
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: