Lelang SUN Masih Laris Manis, Bid Masuk Rp77,07 Triliun

19 Agustus 2021 04:01 WIB

Penulis: Sukirno

Editor: Sukirno

Ilustrasi Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) untuk membiayai APBN / Infografis: Deva Satria (TrenAsia.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penawaran pada lelang Surat Utang Negara (SUN) rutin pada Selasa, 17 Agustus 2021, masih cukup baik dengan partisipasi investor dalam dan luar negeri yang tinggi.

"Incoming bids pada lelang hari ini masih cukup solid di atas target indikatif yang diumumkan pemerintah," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 17 Agustus 2021.

Menurut dia, pelaku pasar masih mencerna sejumlah faktor global maupun domestik yang mempengaruhi pergerakan pasar SUN seperti arah perbaikan ekonomi global, volatilitas yield US Treasury, perkembangan kasus COVID-19 varian Delta dan pidato presiden terkait RAPBN 2022.

"Di tengah likuiditas yang masih cukup tinggi, pelaku pasar masih cukup confidence untuk berpartisipasi di lelang SUN hari ini dengan bid yang masuk mencapai Rp77,07 triliun," katanya.

Ia mengatakan penawaran masuk masih didominasi investor domestik dengan proporsi sebesar 91,25% serta permintaan tertinggi pada tenor 6 tahun (FR090) dan 11% (FR091).

"Partisipasi asing sebesar 8,25 persen dari total bids yang masuk pada lelang hari ini dengan preferensi tenor yang sama dengan investor domestik," katanya.

Sementara itu, ia menambahkan Weighted Average Yield (WAY) dalam lelang ini yang dimenangkan untuk seri Obligasi Negara di bawah 30 tahun yang ditawarkan, naik tipis sebesar 1-6 bps, apabila dibandingkan dengan pada lelang sebelumnya.

"Di sisi lain, untuk tenor 30 tahun (FR089) terdapat penurunan WAY sebesar 1 bps. Namun jika dibandingkan dengan level yield pada secondary market, untuk WAY pada tenor di bawah 30 tahun umumnya mengalami penurunan sebesar 1-4 bps," katanya.

Lelang SUN

Sebelumnya pada lelang SUN rutin pada Selasa, 17 Agustus 2021, pemerintah menyerap dana sebesar Rp30 triliun dari lelang tujuh seri SUN di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp77,07 triliun.

Realisasi lelang ini mendekati target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp33 triliun.

Untuk seri SPN03211118, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,8176%.

Jumlah penawaran masuk untuk seri yang jatuh tempo pada 18 November 2021 mencapai Rp5,115 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 2,8% dan imbal hasil tertinggi 3,0%.

Untuk seri SPN12220819, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,074%.

Jumlah penawaran masuk untuk seri yang jatuh tempo pada 19 Agustus 2022 mencapai Rp8,0 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,04% dan imbal hasil tertinggi 3,34%.

Untuk seri FR0090, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp9,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,2772%.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 April 2027 mencapai Rp18,17 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,25% dan imbal hasil tertinggi 5,45%.

Untuk seri FR0091, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,29997%.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 April 2032 mencapai Rp25,22 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,26% dan imbal hasil tertinggi 6,5%.

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,32934%.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Juni 2036 mencapai Rp3,31 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,27% dan imbal hasil tertinggi 6,4%.

Untuk seri FR0092, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,92783%.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Juni 2042 mencapai Rp14,77 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,88% dan imbal hasil tertinggi 7,2%.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,87929%.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2051 mencapai Rp2,46 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,84% dan imbal hasil tertinggi 7,07%.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Agustus 2021 mencapai Rp502,24 triliun.

Berita Terkait