Lelang Sukuk Negara Diserap Hanya Rp4,9 Triliun, Pemerintah Ambil Opsi Green Shoe

February 23, 2021, 08:26 PM UTC

Penulis: GND

Ilustrasi/wikipedia

JAKARTA – Pemerintah memenangkan hanya Rp4,995 triliun dalam lelang sukuk negara atau 41,6% dari target indikatif Rp12 triliun.

Di lelang yang digelar pada Selasa (23/2/2021) itu, nominal yang diserap pemerintah pun jauh di bawah total penawaran masuk. Pemerintah memenangkan seperlimanya saja dari total penawaran investor senilai Rp24,24 triliun.

Dari enam seri yang dilelang, seri SPN diserap pemerintah paling banyak, yakni Rp4,05 triliun atau 81% dari total nominal yang dimenangkan. Seri ini jatuh tempo pada 10 Agustus 2021.

Sisanya, pemerintah menyerap PBS029 senilai Rp850 miliar, PBS004 sebesar Rp35 miliar, dan PBS028 senilai Rp60 miliar. Seri PBS027 dan PBS017 tidak diserap sama sekali. Bila dilihat dari sisi penawaran, dua seri ini mendapat nominal penawaran yang besar.

Penawaran PBS027 yang jatuh tempo 15 Mei 2023 senilai Rp4,225 triliun dengan kisaran yield 4,17%-5,29%. Sementara, di seri PBS017 yang jatuh tempo 15 Oktober 2025 total penawaran masuk Rp4,041 triliun dengan yield di kisaran 5,63%-6,00%.

Dari lelang SBSN tersebut, DJPPR Kementerian Keuangan lantas menggelar lelang SBSN tambahan (green shoe option) para Rabu (24/2/2021). Tiga seri yang diserap rendah bakal dilelang lagi, yakni PBS029, PBS004, dan PBS028.

PBS029 yang jatuh tempo pada 2034 dengan imbalan 6,375% ditawarkan dengan yield rata-rata tertimbang dimenangkan (WAY) sebesar 6,609%.

Sementara, PBS004 yang jatuh tempo pada 2037 dengan imbalan 6,1% ditawarkan dengan WAY 6,52%. Adapun, PBS028 yang jatuh tempo pada 2046 dengan imbalan 7,75% dilelang dengan WAY 7,123%.