Lebih Irit, Properti Konsep SOHO Cocok Bagi Pelaku Bisnis

JAKARTA – Konsep hunian sekaligus kantor atau smart office home office (SOHO) makin diminati masyarakat, salah satunya adalah SOHO Pancoran di Jakarta Selatan.

Properti milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang berada di central business distric (CBD) ini merupakan satu-satunya bangunan dengan konsep SOHO di Jakarta Selatan.

General Manager Sales and Marketing SOHO Pancoran Herlina Tamblin mengatakan, SOHO Pancoran menampilkan hunian elegan dan profesional dengan fasilitas yang melebihi gedung perkantoran konvensional lainnya.

Kisaran harganya pun lebih terjangkau di bawah rata-rata harga hunian lain. Selain itu, SOHO Pancoran juga menawarkan dwi fungsi sebagai hunian dan kantor membuat konsep SOHO makin dicari.

“Memang kantor kan banyak kalau di CBD seperti di Kuningan, Sudirman, dan Gatot Subroto. Namun, hunian dengan konsep SOHO hanya ada satu. Dan harganya terjangkau pula,” ujarnya di Jakarta, Rabu 18 November 2020.

Ia menuturkan, lokasi yang strategis dinilai sebagai faktor pendukung para konsumen end-user mencari hunian dengan konsep SOHO. Selain itu, kepemilikan hunian SOHO dapat dimiliki dengan cicilan biaya beli tiap bulan. Artinya, penghuni tidak akan merugi karena cicilan yang dibayarkan setiap bulan, bukan biaya sewa.

Properti dengan konsep SOHO juga biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan properti lainnya. Properti milik pengembang APLN ini dipasarkan kurang lebih Rp30 jutaan per meter persegi.

“Padahal biasanya untuk di CBD calon pembeli harus merogoh kocek Rp50-80 jutaan per meter persegi nya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Herlina, terdapat beragam manfaat dari hunian berkonsep SOHO, misalnya menambah efektivitas dan produktivitas penghuni dalam bekerja dan beraktivitas sehari-hari.

Dengan begitu, menurutnya penghuni tidak perlu khawatir menjalankan aktivitas bekerja di kantor dan aktivitas di rumah secara bersamaan.

“Di SOHO Pancoran, kami memberikan pelayanan kepada penghuni dengan fasilitas bintang lima namun dengan biaya pemeliharaan yang terjangkau. Konsumen dapat bekerja selama 24 jam nonstop tanpa dikenai overtime-charge. Tentu ini jatuhnya lebih menguntungkan dan efektif untuk para pelaku bisnis,” imbuh Herlina.

Biaya Pemeliharaan Lebih Irit

Ia menjelaskan, di masa pandemi COVID-19 ini, penambahan biaya akan memengaruhi ekonomi penghuni. Hal ini yang mendorong SOHO Pancoran berkomitmen untuk terus meminimalisir biaya-biaya pemeliharaan fasilitas gedung.

“Di daerah CBD itu biaya maintenance biasanya berkisar di angka Rp100.000 per meter persegi per bulan. Sedangkan di SOHO, kami hanya menetapkan biaya pemeliharaan sebesar Rp27.800 per meter persegi per bulan. Jadi otomatis jauh lebih irit,” jelasnya.

Selain itu, sambung Herlina, penghuni dapat menikmati arena gym dan kolam renang tanpa biaya tambahan. Fasilitas lainnya juga tersedia dalam satu kawasan yakni retail area, restoran, hingga coffee shop yang mudah dijangkau.

“Terlebih orang saat ini memiliki kekhawatiran besar terhadap ancaman COVID-19 sehingga mereka justru akan memilih untuk tidak bepergian atau beraktivitas jauh dari rumah atau tempat kerja,” katanya.

Saat ini, unit hunian SOHO Pancoran tersisa 10% dari total 346 unit. Sebanyak 90% slot yang sudah terisi menunjukkan bahwa peminat end-user untuk hunian SOHO makin tinggi di kawasan CBD.

Sedangkan untuk pembelian properti ini, SOHO Pancoran memberikan promo khusus pembayaran cicilan dengan biaya 35% yang dapat dicicil selama 44 kali. Sementara 65% sisanya dapat dibayar lunas atau melalui kredit pemilikan apartemen (KPA). (SKO)

Tags:
Agung Podomoro LandAPLNHunian di CBDHunian Konsep SOHOMarketing sales APLNPT Agung Podomoro Land TbkSmart Office Home OfficeSOHO Pancoran
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: