Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Ini Pertimbangannya

10 September 2021 04:00 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Rumah mewah Rolling Hills Lippo Village milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) / Facebook @LippoVillageOfficial

JAKARTA - Kesadaran akan kebutuhan hunian di Indonesia semakin tinggi. Banyak generasi muda yang mulai ingin mengajukan KPR rumah demi mendapatkan tempat tinggal impian.

Namun dengan budget yang lebih cenderung mepet, mempertimbangkan untuk membeli dan menyewa rumah kadang seperti fifty-fifty. Ada untung-rugi dari keputusan untuk membeli dan menyewa rumah tergantung dengan kondisi yang sedang dialami.

Sebagai gambaran, Secara umum, orang yang menyewa rumah hanya mendapatkan hak kepemilikan sementara serta harus membayar biaya secara berkala. Sedangkan beli rumah bisa sekali bayar dan memiliki hunian tersebut selamanya.

Sebagai pertimbangan manakah yang lebih baik antara membeli dan menyewa rumah, TrenAsia.com merangkum 7 perbandingan yang wajib dipertimbangkan jika Anda ingin memberli atau menyewa rumah dai OCBS NISP.

Apa saja itu? berikut ulasannya;

1. Hak milik

Seperti yang disinggung sebelumnya, perbedaan membeli dan menyewa rumah yang pertama adalah dari segi hak milik. Setelah beli rumah, maka akan mendapatkan sertifikat rumah sebagai bukti kepemilikan. Kamu bisa melakukan apapun terhadap rumah tersebut. Entah ditinggali, disewakan, ataupun dijual kembali.

Sementara itu, menyewa rumah tidak memberikan hak kepemilikan sama sekali. Pemberi sewa tetap memiliki hak kepemilikan rumah, tapi hak penggunaan diberikan kepada penyewa.

Penyewa harus memberikan sejumlah dana berdasarkan jangka waktu menyewa rumah dan kesepakatan dibuktikan dengan tanda tangan kontrak antara kedua belah pihak.

2. Biaya sewa rumah dan beli rumah

Perbedaan membeli dan menyewa rumah berikutnya ada pada segi harga. Harga beli rumah jauh lebih besar dibanding biaya sewa rumah. Harganya bervariasi mulai dari ratusan hingga miliaran juta rupiah.

Sedangkan untuk biaya sewa rumah, harganya jauh lebih terjangkau karena memang yang didapatkan hanyalah hak untuk menghuni suatu rumah dengan jangka waktu tertentu.

Biaya sewa rumah bergantung pada besarnya rumah, fasilitas yang dimiliki di dalamnya, daerah sewa, kondisi geografis, tren pasar, waktu persewaan serta beberapa hal lainnya.

3. Jangka waktu

Jangka waktu kepemilikan rumah bagi yang membelinya adalah selamanya. Asalkan sertifikat rumah tersimpan aman dan rumah tersebut tidak dijual, maka hak milik tetap ada di tangan kamu.

Sebaliknya, jika menyewa rumah, jangka waktu yang dimiliki terbatas selama beberapa bulan atau tahun bergantung kontrak.

4. Pajak

Pajak biasanya hanya dikenakan pada orang yang membeli rumah. Sebab, hak kepemilikan ada pada pembeli. 
Sementara itu, orang yang menyewa rumah tidak dibebankan pajak sama sekali. Ia hanya perlu membayar biaya sewa rumah.

5. Renovasi

Jika kamu menyewa rumah, maka biaya renovasi barang seperti meja, kasur, lemari, dan sebagainya akan ditanggung oleh pemilik rumah. Sedangkan penyewa hanya perlu membayar biaya sewa saja.

Sebaliknya, jika beli rumah, biaya renovasi harus ditanggung sendiri. Karena, seluruh hak kepemilikan ada di kamu. Sehingga, tanggung jawab terhadap rumah juga dibebankan pada kamu sendiri.

6. Investasi

Jika beli rumah, maka bisa memanfaatkan hunian tersebut untuk berinvestasi. Alokasikan penghasilan kamu untuk sesuatu yang dianggap hutang produktif, artinya hutang baik yang merupakan investasi yang baik juga. Anda bisa menyewakannya atau menyimpannya untuk dijual lagi di masa mendatang.

Sedangkan jika menyewa rumah, Anda tidak bisa berinvestasi dengan hunian tersebut karena hanya boleh menempatinya.

7.Kredit

Secara umum, jika ingin menyewa rumah, Anda tidak bisa mengajukan kredit untuk membayarnya. Sedangkan jika beli rumah, Anda boleh memohon pengajuan kredit seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) demi mendapatkan hunian tersebut.

Mana yang lebih baik?

Memilih membeli atau menyewa rumah kembali pada kondisi keuangan Anda. Menyewa adalah pilihan paling realistis dan terjangkau jika memiliki uang terbatas dan ingin menetap selama beberapa bulan saja (jangka pendek).

Pasalnya, Anda hanya perlu membayar biaya sewa rumah yang ditetapkan oleh pemilik rumah.

Namun, apabila ingin menempati hunian dalam waktu yang lama, kamu bisa membeli rumah sendiri sebagai bagian perencanaan investasi. Anda dapat membayarnya secara tunai atau mengajukan kredit kepada penyedia layanan pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Akan tetapi, jika membeli rumah, Anda sebagai penghuni sekaligus pemilik rumah dibebankan oleh kewajiban membayar biaya pajak, renovasi, dan lain-lain.

 

Berita Terkait