Layanan Trouble Dua Hari, Ini Kata Bank Muamalat

17 Juni 2022 09:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Fakhri Rezy

Layanan Trouble Dua Hari, Ini Kata Bank Muamalat

JAKARTA- PT Bank Muamalat terpantau mengalami kendala sistem selama dua hari. Hal ini menyebabkan sejumlah layanan Bank Syariah tersebut tak dapat digunakan.

Berdasarkan laporan TrenAsia.com pada Rabu, 15 Juni 2022 kemarin, layanan Bank Muamalat yang tak dapat digunakan meliputi mobile banking, pembukaan rekening baru, hingga penarikan tunai di ATM.

Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan kendala sistem yang berdampak pada operasional Bank Muamalat dua hari terakhir disebabkan lantaran pihak Bank tengah melakukan peningkatan sistem.

Adapun peningkatan sistem yang dilakukan oleh Bank Muamalat meliputi pembaharuan infrastruktur di sejumlah layanan aplikasi sehingga menimbulkan gangguan pada jaringan.

Selain itu, Bank Muamalat juga menambah kapasitas penyimpanan atau storage serta meningkatkan kapasitas kemampuan mesin dalam memproses dan menyimpan data.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah agar menjadi lebih baik. Alhamdulillah saat ini sistem sudah berangsur normal kembali,” ujar Achmad  pada TrenAsia.com Kamis malam, 16 juni 2022.

Meski perbaikan memakan waktu hingga 48 jam, Achmad menjamin data dan dana nasabah tetap aman. Pasalnya, gangguan tersebut tak sampai menyentuh core sistem perbankan.

Per Kamis pagi, 16 Juni 2022, Layanan Bank Muamalat kembali dapat digunakan. Transaksi mobile banking melalui aplikasi Muamalat DIN, penarikan tunai, hingga pembukaan rekening baru di cabang terdekat dapat dilakukan.

Namun berdasarkan pengalaman TrenAsia pada Kamis pagi, pembukaan rekening baru melalui Aplikasi Muamalat DIN masih terkendala pengiriman OTP.

Lakukan Pendekatan Persuasif

Kendala sistem pada Bank Muamalat yang terbilang lama menyebabkan sejumlah nasabah khawatir akan keamanan data serta dana yang tersimpan. Bahkan, sebagian nasabah mengancam akan menarik dana jika pihak Bank tak segera melakukan perbaikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Achmad mengatakan bahwa perseroan melakukan pendekatan persuasif melalui perwakilan kantor cabang.Alhasil, penarikan dana secara masif dapat dihindari.

"Alhamdulillah nasabah memahami kondisi yang terjadi. Kalaupun ada dana yang berpindah pada kurun waktu tersebut disebabkan oleh transaksi yang bersifat mendesak. Namun, secara umum tidak ada penarikan/pemindahan dana yang bersifat masif," tegas Achmad. 

Berita Terkait