Resmi! BUMN Waskita Karya Jual Tol Cibitung-Cilincing Rp2,49 Triliun

21 Juli 2021 19:01 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Waskita Heritage di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. (Ismail Pohan/ TrenAsia)

JAKARTA – Emiten konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil melepas sahamnya di Jalan Tol Cibitung-Cilincing. Transaksi jual saham ini dilakukan oleh anak usaha WSKT, PT Waskita Toll Road (WTR), kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API).

Divestasi aset ini dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) antara Direktur Utama WTR Septiawan Andri dan Direktur Utama API Iwan Ridwan pada Rabu, 21 Juli 2021. 

Septiawan menjelaskan dana yang diterima dari hasil divestasi ini akan digunakan untuk mendukung proses bisnis WTR ke depannya.

“Setelah menandatangani PPJB, kami masih harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan dengan mematuhi ketentuan yang berlaku sebelum penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) antara kami dengan PT API,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 21 Juli 2021.

Sebagai informasi, Tol Cilincing-Cibitung dimiliki oleh PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP). Komposisi saham CTP sebelum penandatangan PPJB adalah 55% saham dipegang oleh WTR dan 45% saham dipegang API.

Adapun PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) merupakan anak perusahaan dari PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI) dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) yang didirikan pada 4 Agustus 2014. Keduanya merupakan anak usaha dari badan usaha milik negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia II (IPC).

Dengan adanya PPJB tersebut, WTR dan API sepakat untuk mengalihkan 55% saham WTR di CTP kepada API. Pengalihan 55% saham ini dilakukan dengan skema jual beli yang bernilai transaksi sebesar Rp2,49 triliun.

Pengalihan saham ini praktis membuat API akan menjadi pemegang saham seluruhnya di CTP. API sendiri adalah anak usaha PT Pengembang Pelabuhan Indonesia dan PT Pelabuhan Tanjung Priok, juga bagian dari grup usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (Pelindo II).

Penjualan tol ini merupakan salah satu strategi WSKT dalam mendorong kinerja usaha serta bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional. Divestasi juga menjadi komitmen WSKT dalam rangka penyehatan keuangan dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Divestasi 3 Ruas Tol

Sebelum divestasi Tol Cilincing-Cibitung, WSKT juga telah sukses melepas sahamnya di tiga jalan tol lain. Ketiga jalan tol tersebut adalah Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Tol Semarang-Batang, dan Tol Cinere-Serpong.

Pada April 2021, Waskita sukses menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) yang memiliki Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. WSKT menjual kepemilikan sahamnya kepada perusahaan Hong Kong, Kings Rings Ltd.

Pada Juni 2021, WSKT lewat WTR melepas 20% saham di PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) pemilik Tol Semarang-Batang dan 34,99% saham di PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) pemilik Tol Cinere-Serpong. Penjualan ini dilakukan kepada  PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) alias SMI dengan nilai Rp2,07 triliun.

Penandatanganan akta jual beli kedua ruas tol tersebut dilaksanakan melalui skema konversi saham dengan nilai transaksi tahap pertama sebesar Rp1,55 triliun. 

Pada kesempatan yang sama, Waskita Karya dan SMI turut menandatangani akta jual beli bersyarat alias conditional sale purchase agreement (CSPA) untuk pengalihan sebagian saham SMI di WTR kepada Waskita Karya.

Septiawan mengatakan bahwa transaksi WTR di CSJ senilai Rp550 miliar dan di JSB sebesar Rp1 triliun. Sedangkan, sisanya sebanyak Rp515 miliar akan dibayar SMI kepada WTR secara tunai.

Berita Terkait