Lampaui Investor Pasar Modal, Jumlah Trader Kripto di Indonesia Tembus 14 Juta Orang

26 Juni 2022 10:15 WIB

Penulis: Agnes Yohana Simamora

Editor: Laila Ramdhini

Investor Kripto di Indonesia Tembus 14 Juta Orang (TrenAsia)

JAKARTA – Investasi aset kripto semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, meskipun market kripto global sedang mengalami tekanan di tengah tren bearish.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia dan transaksi perdagangan yang dihimpun sampai Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat penambahan hampir 3 juta investor, dari semula 11,2 juta menjadi 14,1 juta investor.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein mengatakan laporan yang dirilis oleh Bappebti merupakan bukti nyata industri aset kripto di Indonesia bergerak positif di tengah situasi bear market.

"Pertumbuhan jumlah investor aset kripto terpantau bergerak positif di tengah situasi pasar yang mengalami banyak tekanan. Adapun dampak kondisi market dapat dilihat dari jumlah transaksi perdagangan," kata Adytia, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu, 25 Juni 2022.

Ditambahkan, industri kripto di Indonesia masih terus bergeliat. Hal ini terlihat dari jumlah project aset kripto dan NFT baru dari pelaku industri lokal. Pelaku industri lokal mempercayai bear market dapat menjadi peluang yang baik bagi projectnya.

Sementara itu, jumlah transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia, selama periode Januari hingga Mei 2022 mencapai Rp192 triliun. Perolehan ini mengalami penurunan dari tahun 2021 dengan periode yang sama. Tercatat pada Mei 2021, jumlah transaksi aset kripto mencapai Rp 370 triliun.

Lampaui Investor Pasar Modal

Di sisi lain, jumlah trader kripto ini mengalahkan jumlah investor pasar modal Indonesia. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal telah menembus 8,6 juta per akhir April 2022 atau naik 15,11% dari posisi akhir tahun 2021.

Sektor finansial masih menjadi pilihan favorit bagi investor gen Z dan milenial untuk berinvestasi, disusul dengan saham dari sektor infrastruktur.

Data Bursa Efek Indonesia hingga April 2022 menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp15,4 triliun dan rata-rata frekuensi transaksi harian mencapai 1,4 juta kali transaksi.

Dari sisi industri reksa dana, investor lokal mendominasi dengan komposisi kepemilikan aset sebesar 97%. Reksa dana pasar uang masih merupakan reksa dana yang paling diminati oleh investor dengan jumlah investor lebih dari 2,2 juta. Disusul oleh reksa dana pendapatan tetap dengan jumlah investor mencapai 924.000 dan reksa dana saham dengan jumlah investor mencapai 715.000.  

Berita Terkait