Lakukan Ekspansi, Bundamedik (BMHS) Tanam Investasi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah

19 April 2022 15:25 WIB

Penulis: Merina

Editor: Rizky C. Septania

Investasi 35 persen saham yang dilakukan BMHS kepada RSJP. Dok BMHS (null)

JAKARTA - Emiten rumah sakit PT Bundamedik Tbk (BMHS) tengah gencar melakukan ekspansi ekosistemnya pada tahun 2022. Kali ini, Bundamedik melakukan investasi 35% saham Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta.

Investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan oleh perseroan dan PT Global Sekawan Kreasi selaku pemilik RSJP Paramarta pada 22 Maret 2022 lalu.

Managing Director Bundamedik, Nurhadi Yudiyantho mengatakan adanya terobosan teknologi di layanan kesehatan merupakan hal yang penting bagi pengalaman yang optimal di masyarakat. 

Selain itu komitmen RSJP dalam memberikan pelayanan profesional dan terpercaya pada layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah sejalan denga misi perseroan dalam meningkatkan pelayanan melalui medis minimal invasive procedures.

"Dengan cakupan BMHS yang semakin luas, yakni mendekati 150 juta masyarakat lewat berbagai outlet yang sudah tersebar di berbagai provinsi, investasi pada RSJP Paramarta ini diharapkan bisa menjadi pelengkap dari ekosistem kesehatan Bundamedik yang komprehensif saat ini,” kata Nurhadi dalam keterangan tertulis Selasa, 19 April 2022.

RSJP sendiri merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang merupakan anggota dari International Healthcare Federation (IHF), sebagai rumah sakit jantung dan pembuluh darah pertama di Bandung dengan konsep smart hospital agar memberikan kemudahan dan efisiensi pelayanan kesehatan, yang mana pelayanan berbasis smart technology RSJP sejalan dengan transformasi digital yang dilakukan perseroan.

Dengan adanya investasi ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat melalui berbagai tindakan intervensi modern bagi penyakit jantung.

Sebelumnya, BMHS telah mengakuisisi 100% saham PT Media Sejahtera Bersama (MSB) dengan nilai transaksi mencapai Rp39 miliar pada Kamis, 7 April 2022.

Pengambilalihan ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem layanan usaha BMHS maupun anak usaha perseroan yang lebih komperhensif, sehingga dapat berdampak baik bagi kinerja keuangan dan usaha perseroan serta anak usaha perseroan.

Berita Terkait