Lagi Tren, PUPR Bangun Taman Sepeda Meninting Dukung Wisata Mandalika Lombok

April 19, 2021, 08:04 AM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Penataan kawasan Taman Bersepeda yang berada di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar ini mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya pada 15 Juli 2020 dan telah selesai pada April 2021. (Sumber: dokumentasi Kementerian PUPR)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan Bike Park (Taman Bersepeda) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Minggu, 18 April 2021.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi dengan lintasan sepeda ini tidak hanya untuk penggemar sepeda di NTB, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisatawan pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika-Lombok.

Penataan kawasan Taman Bersepeda yang berada di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar ini mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya pada 15 Juli 2020 dan telah selesai pada April 2021.

Pembangunan fasilitas yang ada menggunakan biaya APBN TA 2020-2021 senilai Rp17 miliar dengan lingkup pekerjaan yakni lintasan sepeda santai (lintasan biru), talud kolam, plaza 1 dan 2, lintasan BMX, lintasan kayu dan beton, serta pagar keliling.

Kawasan Taman Bersepeda Meninting memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif seluas 2,7 hektare diubah menjadi RTH atau Taman Kota. Adanya kawasan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara di Kabupaten Lombok Barat.

Manfaat lain dari kawasan ini adalah mendukung ekosistem pembinaan olahraga sepeda di NTB dan tujuan wisata yang representatif (sport tourism) di kawasan DPSP Mandalika-Lombok.

Jarak tempuh menuju kawasan kawasan tersebut sekitar 80 menit melalui jalur darat dari Bandara Internasional Lombok (BIL). (SKO)

Berita Terkait