Lagi, Matahari Dept Store (LPPF) Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

06 November 2021 11:12 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Suasana gerai Matahari Departement Store Mal WTC, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 20 Oktober 2020. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA - Emiten ritel Lippo Group, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), akan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham II dengan jumlah maksimal Rp500 miliar. 

“Pembelian kembali saham II 2021 akan dilakukan atas sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, atau maksimum sebanyak 262.614.878 lembar saham,” mengutip keterbukaan informasi Matahari di Bursa Efej Indonesia (BEI), Sabtu, 6 November 2021.

Adapun pelaksanaan aksi korporasi ini paling lama tiga bulan terhitung sejak pengumuman ini, yaitu sampai 4 Februari 2022. Dalam hal ini, Matahari membatasi harga maksimal buyback saham sebesar Rp4.700 per saham.

Manajemen memperkirakan, tidak ada dampak signifikan atas biaya buyback saham tersebut. Selain itu, tidak ada penurunan pendapatan Matahari secara signifikan akibat dari buyback saham tersebut.

Kendati demikian, manajemen memperkirakan proforma laba (rugi) bersih per saham terkait buyback saham ini sebesar Rp391. Per 31 Desember 2020, rugi bersih per saham Matahari tercatat sebesar Rp332.

Namun, buyback saham ini diharapkan tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional Matahari. Manajemen mengeklaim perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha.

“Manajemen meyakini situasi pasar saat ini dapat meningkatkan nilai Matahari terkait adanya buyback saham II,” tulis keterangan tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Matahari telah melaksanakan buyback saham I dengan jumlah sebanyak-banyaknya 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Terdapat sebanyak-banyaknya 393.922.000 saham dengan jumlah maksimum harga Rp3.050 per saham.

Saat itu, biaya yang dikeluarkan untuk buyback saham I maksimal sebesar Rp450 miliar, termasuk biaya perantara dan biaya lainnya. Adapun pelaksanaannya sudah dilakukan sejak 6 Agustus 2021 hingga tanggal 5 November 2021.

Sebagai informasi, pada kuartal III-2021 perusahaan ritel ini berhasil membalikkan kinerja dari semula rugi Rp616 miliar menjadi laba Rp438,6 miliar.

Pendapatan Matahari juga naik 23,6% year-on-year (yoy) dari Rp3,3 triliun per kuartal III-2020 menjadi Rp4,08 triliun pada periode ini. Rinciannya, penjualan eceran menyumbang Rp2,51 triliun, penjualan konsinyasi Rp1,55 triliun, dan pendapatan jasa Rp8,4 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga membengkak, menjadi minus Rp1,48 triliun dari semula minus Rp1,36 triliun per kuartal III-2020.

Matahari pada periode ini mencatat penurunan total liabilitas menjadi Rp4,71 triliun. Padahal, per akhir 2020 total liabilitas Matahari sebesar Rp5,73 triliun. Sebaliknya, total ekuitas naik menjadi Rp1,05 triliun, dari Rp581,1 miliar per akhir tahun lalu.

Adapun kas dan setara kas Matahari per kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp468,5 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp523,9 miliar per akhir 2020. Sementara itu, total aset juga turun dari Rp6,31 triliun menjadi Rp5,77 triliun pada periode ini.

Berita Terkait