Lagi, Akulaku Dapat Suntikan Modal Rp143,64 Miliar dari Lend East

04 April 2022 18:31 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Laila Ramdhini

Suasana di salah satu Stan Akulaku Finance Indonesia. / Dok. Akulaku

JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia kembali menerima pendanaan dari Lend East dengan nominal US$10 juta atau setara dengan Rp143,64 juta dalam asumsi kurs Rp14.364 perdollar AS. 

Pendanaan itu akan digunakan oleh platform Akulaku untuk mengembangkan dan meningkatkan portofolio kredit di target pasar utama di Indonesia, Filipina, dan Thailand. 

CEO Akulaku William Li mengatakan bahwa platform yang digawanginya terus mengalami pertumbuhan sejak tahun lalu. Pendanaan ini pun akan mendorong Akulaku untuk mengupayakan inklusi keuangan di wilayah Asia Tenggara.

“Sejak tahun lalu Akulaku terus mengalami pertumbuhan dan dengan adanya pendanaan tambahan ini akan memungkinkan kami untuk terus memenuhi kebutuhan underbanked di seluruh Asia Tenggara,” ujar William, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 4 April 2022. 

Sebelumnya, Lend East sudah pernah menyuntikkan dana ke Akulaku pada tahun 2019 dan menjadi investasi pertama mereka di Asia Tenggara. 

CEO dan Co-founder Lend East Karan Bhatia mengatakan, pendanaan yang mereka salurkan merupakan implementasi dari strategi investasi untuk menguasai pasar dan menjadi pemimpin utama di wilayah operasional Lend East. 

Karan menambahkan, pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa pentingnya platform perbankan dan keuangan digital bagi konsumen, dan Akulaku dapat menjadi solusi untuk mengatasi permintaan yang terus meningkat. 

“Kami menantikan kerjasama jangka panjang dengan Akulaku dan berharap Akulaku akan terus mengalami kesuksesan secara berkelanjutan dan mereka juga dapat memperluas keberadaanya di luar Asia Tenggara," ujar Karan. 

Sebagai informasi, Akulaku adalah perusahaan fintech yang membidik konsumen yang belum memiliki rekening di negara-negara berkembang. Di Indonesia, Akulaku menawarkan dua fitur, yakni Buy Now Pay Later dan kredit konsumen. 

Pada tahun 2021, Akulaku telah menyalurkan kredit lebih dari US$2,2 miliar (Rp31,6 triliun) kepada lebih dari 10 juta pengguna. Selain kedua fitur disebutkan sebelumnya, Akulaku juga menggabungkan platform wealth management, e-commerce, dan perbankan digital sehingga meningkatkan total pendapatan sebanyak 120% ke angka US$598 juta (Rp8,6 triliun). 

Sementara itu, Lend East adalah platform pinjaman digital yang menghubungkan modal institusional global dengan pemberi pinjaman alternatif di Emerging Asia (Asia Tenggara dan India).

Lend East merevolusi pinjaman alternatif dengan menawarkan solusi-solusi utang terstruktur non-dilutif untuk perusahaan teknologi. 

Lend East telah berinvestasi di empat pemberi pinjaman alternatif terkemuka di industri yang ada di Indonesia, Filipina, Singapura, dan Vietnam, dengan tiga negara di antaranya sedang beroperasi di wilayah tersebut.

Berita Terkait