Laba MNC Land Milik Hary Tanoe Ambruk 58%

May 01, 2020, 07:07 AM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Park Tower milik PT MNC Land Tbk. / Dok. MNC Land

Emiten properti milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Land Tbk. (KPIG) mengalami penurunan laba bersih hingga 58% (year-on-year/yoy) sepanjang 2019.

Berdasarkan laporan keuangannya yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 April 2020, emiten berkode saham KPIG itu mencatat laba bersih pada periode 2019 sebesar Rp259,72 miliar merosot dari perolehan tahun sebelumnya Rp619,84 miliar.

Padahal pada tahun itu perusahaan yang tercatat di BEI sejak Februari 2000 itu, berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp1,06 triliun naik tipis 6,8% dari tahun 2018 yakni sebesar Rp992,45 miliar.

Namun, beban pokok pendapatan ikut naik pada periode tersebut yaitu sebesar Rp666,86 miliar. Sedangkan pada tahun sebelumnya, beban pokok pendapatan hanya sebesar Rp566,37 miliar.

Akhirnya, laba kotor MNC Land pada 2019 sebesar Rp399,76 miliar. Angka itu menurun 6,17% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp426,08 miliar.

Perusahaan mencatat ada penurunan di sejumlah pos-pos beban, namun penurunannya tipis sehingga hal ini tak berhasil mendorong perusahaan untuk membukukan kenaikan laba bersihnya pada periode itu.

Secara rinci, beban penjualan turun tipis dari yang semula sebesar Rp30,84 miliar menjadi Rp30,53 miliar. Kemudian, beban umum dan administrasi turun 15,9% menjadi Rp258,57 miliar, sedangkan pada 2018 sebesar Rp307,64 miliar.

Selanjutnya, biaya keuangan juga menurun dari Rp164,04 miliar menjadi Rp156,5 miliar. Sementara, pada akun beban pajak final ada kenaikan 12,77% yaitu sebesar Rp20,31 miliar, pada periode sebelumnya sebesar Rp18,01 miliar.

Merosotnya sejumlah pos pendapatan juga ikut menyebabkan penurunan kinerja perusahaan. Di antaranya penurunan penghasilan bunga dari sebesar Rp8,05 miliar pada periode 2018 menjadi Rp7,48 miliar pada 2019.

Kemudian, laba penjualan aset tetap merosot menjadi Rp940,3 juta. Jumlah ini menurun hingga 43,35% dibandingkan perolehan pada 2018 yang mencapai Rp1,66 miliar.

Akun pendapatan lain-lain juga ikut mengalami penurunan 11,28% menjadi Rp14,78 miliar. Sementara pada periode sebelumnya sebesar Rp16,66 miliar.

Penurunan kinerja ini membuat laba per saham emiten properti ini ikut menurun menjadi Rp3,46. Sedangkan pada 2018, laba per saham tercatat sebesar Rp17,25.

Total aset MNC Land per 31 Desember 2019 mencapai Rp28,57 triliun, meroket 63% dari sebelumnya Rp17,52 triliun. Sedangkan saat yang sama, total liabilitas Rp5,49 triliun, naik 19,9% dari Rp4,58 triliun.

Adapun, total ekuitas MNC Land per akhir Desember 2019 mencapai Rp23,08 triliun, melesat 78,3% dari tahun sebelumnya Rp12,93 triliun. Lonjakan terjadi lantaran adanya revaluasi aset tetap Rp8,87 triliun dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya Rp5,06 triliun.

Hary Tanoesoedibjo yang menjabat sebagai Direktur Utama MNC Land tercatat sebagai konglomerat terkaya ke-32 di Indonesia versi majalah Forbes 2019. Kekayaan Hary Tanoe ditaksir mencapai US$1 miliar setara Rp15,5 triliun yang berasal dari industri media, properti, jasa keuangan, dan investasi.

MNC Land memiliki sejumlah proyek kawasan taman hiburan MNC Lido City, MNC Bali Resort, Lido Lake Resort, The Westin Resort, Park Hyatt Jakarta, hingga sejumlah gedung perkantoran.

Saham MNC Land digenggam oleh PT MNC Investama Tbk. (17,06%), HT Investment Development Ltd. (10,89%), MNC Media Investment Ltd. (2,06%), Bhakti Investama International Ltd. (4,40%), Hary Tanoesoedibjo (1,21%), dan masyarakat (64,23%).

Pada perdagangan Kamis, 30 April 2020, saham KPIG ditutup terkoreksi 0,87% sebesar 1 poin ke level Rp114 per lembar. Kapitalisasi pasar saham KPIG mencapai Rp9,19 triliun dengan imbal hasil negatif 13,64% dalam setahun terakhir. (SKO)