Laba DMAS Melesat 269 Persen Jadi Rp288 Miliar per Semester I-2021

03 September 2021 16:31 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Proyek milik PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). / Deltamas.id

JAKARTA - Pengembang kawasan perkotaan terpadu modern Kota Deltamas afiliasi Grup SinarmasPT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) berhasil mencatat kinerja moncer sepanjang paruh pertama 2021.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp288 miliar. Jumlah ini melesat hingga 269% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari Rp78 miliar per semester I-2020.

Selain itu, pendapatan juga berhasil meningkat hingga 133,7% yoy menjadi Rp589 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, DMAS masih membukukan pendapatan sebesar Rp252 miliar.

Pendapatan ini diperoleh dari penjualan industri sebesar Rp436 miliar, perumahan Rp100,6 miliar, dan komersial Rp33,2 miliar. Sementara itu, pendapatan hotel dan sewa masing-masing menyumbang Rp5,7 miliar dan Rp3,7 miliar.

Namun, dari sisi beban pokok pendapatan, nilainya justru membengkak dari Rp83 miliar per semester I-2020 menjadi Rp245 miliar pada periode ini.

Total liabilitas menurun tipis menjadi Rp1 triliun, dari per akhir tahun lalu sebesar Rp1,22 triliun. Begitu pula dengan total ekuitas yang tercatat sebesar Rp5,47 triliun, dari sebelumnya Rp5,52 triliun per Desember 2020.

Adapun kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2021 tercatat turun menjadi Rp1,09 triliun dibandingkan dengan Rp1,37 triliun per 30 Desember 2021. Kemudian total aset DMAS per semester I-2021 yakni Rp6,47 triliun, dari sebelumnya Rp6,75 triliun per Desember 2020.

Sebagai informasi, untuk tahun ini perseroan menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp2 triliun. Di samping itu, DMAS juga berencana melanjutkan pengembangan kawasan hunian dan komersialnya dengan meluncurkan hunian sekaligus melengkapi fasilitas komersial.

Sebelumnya, Grup Sinarmas ini membukukan marketing sales sebesar Rp2,39 triliun sepanjang tahun 2020. Angka ini naik 19% dari tahun 2019 senilai Rp1,94 triliun.

Capaian itu terutama berasal dari penjualan lahan industri, khususnya pada kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat.

Berita Terkait