Laba Bersih Tugu Reasuransi Terbang 93,5 Persen Jadi Rp26,86 Miliar pada 2021

22 April 2022 14:38 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi Perusahaan Asuransi (TrenAsia)

JAKARTA - PT Tugu Reasuransi Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp26,86 miliar, naik 93,51 persen dari posisi 31 Desember 2020 yang sebesar Rp13,88 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang hasil underwriting senilai Rp1,18 miliar dan hasil investasi Rp109,89 miliar pada 2021. Di sisi lain, jumlah beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp93,22 miliar, susut 16,83 persen dibandingkan 2020 yang tercatat senilai Rp112,08 miliar.

Presiden Direktur Tugure, Adi Pramana menyatakan capaian positif tersebut tidak terlepas dari upaya perseroan dalam menyeimbangkan portofolio bisnis, khususnya untuk lini reasuransi umum. Tugure mengubah portofolio bisnis, terutama pada asuransi kebakaran atau properti sehingga pada 2021 komposisinya lebih berimbang dibandingkan lini bisnis lainnya.

“Kami mengatur kembali portofolio bisnis sehingga lebih seimbang. Perseroan juga aktif mengantisipasi dampak pandemi pada sejumlah lini bisnis asuransi, khususnya asuransi kredit.  Untuk underwriting, perseroan lebih waspada dan selektif, khususnya kepada industri- industri yang berpotensi terdampak pandemi,” kata dia dalam website resmi dikutip Kamis, 21 April 2022.

Ditambahkan, tahun 2021 perseroan mencatatkan premi bruto senilai Rp2,26 triliun dengan lebih dari 50 persen pendapatan tersebut berasal dari bisnis fakultatif di reasuransi umum. 

Untuk unit bisnis ini, lini bisnis Facultative Financial Risk mencatatkan pertumbuhan hingga 8 persen. Facultative Casualty & Energy meningkat 6 persen. Sementara lini Facultative Marine & Aviation membukukan premi bruto sebesar 87 persen dibanding tahun lalu dan Facultative Property & Engineering membukukan premi bruto sebesar 26% dibanding tahun lalu. 

Tugure meraup premi bruto dari bisnis treaty meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya, serta lini reasuransi jiwa menyumbangkan premi bruto sebesar 76 persen dibanding tahun 2020.

Pada akhir 2021, aset perseroan tercatat senilai Rp4,35 triliun dengan total investasi mencapai Rp2,07 triliun. Tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) Tugure pada akhir 2021 mencapai 230 persen, meningkat dari 226 persen per 31 Desember 2020. Dari sisi IT, Tugure pada 2021 antara lain mengembangkan aplikasi termasuk untuk menyelesaikan modul-modul guna percepatan integrasi proses dan akurasi data yang proper.

Berita Terkait