Laba Bersih Maybank Susut Jadi Rp380,05 Miliar pada Kuartal I-2021

30 April 2021 13:18 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Gedung PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) / Facebook @MaybankIndonesia

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia, Tbk membukukan laba bersih sepanjang kuartal I-2021 senilai Rp380,05 miliar. Nilai ini terkoreksi 29,3% dibandingkan dengan Rp538 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat 30 April 2021, tergerusnya laba bersih disebabkan oleh penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 13,7% menjadi Rp1,7 triliun.

Margin bunga bersih juga turun sebesar 61 basis poin menjadi 4,35% pada kuartal I-2021, dibandingkan dengan 4,96% pada Maret 2020.

“Penurunan imbal hasil kredit ini seiring dengan turunnya suku bunga Bank Indonesia dan sebagai akibat dari program restrukturisasi kredit kepada nasabah yang bisnisnya terdampak pandemi,” tulis manajemen Maybank.

Selain itu, Maybank berhasil menurunkan biaya bunga (cost of funds) sebesar 126 basis poin dengan berfokus pada pertumbuhan likuiditas CASA untuk menjaga tekanan pada marjin.

Selanjutnya, Fee-based income turun 24% menjadi Rp453 Miliar akibat menurunnya fee income terkait Global Market. Turunnya pendapatan fee-based tertahan oleh naiknya pendapatan fees terkait Bancassurance dan Wealth Management sebesar 89,7% menjadi Rp65 miliar dan 33,8% menjadi Rp40 miliar.

Dari aspek penyaluran kredit, kinerja perseroan terekam  turun 17,2% menjadi Rp101,7 triliun per 31 Maret 2021 dibandingkan dengan Rp122,9 triliun per 31 Maret 2020.

Dengan kinerja tersebut, perseroan memutuskan untuk menekan biaya sehingga mampu menurunkan biaya Overhead (OHC) sebanyak 11,4% menjadi Rp1,4 triliun. 

Secara keseluruhan, rasio keuangan Maybank terpantau stabil dengan non performing loan (NPL) 4,2% (gross) dan 2,4% (net) per Maret 2021, dibandingkan dengan tingkat NPL kuartal IV-2020 yang berada pada 4,0% (gross) dan 2,5% (net).

Rasio kredit terhadap simpanan/Loan to Deposit (LDR bank only) juga tercatat sehat pada level 76,0%. Sementara rasio kecukupan likuiditas alias Liquidity Coverage Ratio (LCR bank only), sebesar 202,0% per kuartal I-2021, jauh di atas ketentuan minimum sebesar 100%. (RCS)

Berita Terkait