Laba Bersih Darma Henwa Milik Grup Bakrie Terbang 106,8% Jadi Rp21,9 Miliar

22 Oktober 2021 16:00 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) / Dok Perseroan

JAKARTA – Kontraktor pertambangan Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$1,51 juta atau setara Rp21,9 miliar (kurs Rp14.492 per dolar AS) pada semester I-2021.

Catatan ini lebih baik 106,8% dari laba bersih periode yang sama tahun lalu. Saat itu, Darma Henwa mencatatkan laba bersih sebesar US$727.450.

Presiden Direktur Darma Henwa Rio Supin mengatakan peningkatan ini berkat tiga strategi yang dijalankan. Strategi itu yaitu, mengurangi biaya operasi lewat program pemeliharaan efisien, praktik global sourcing, dan meningkatkan kapasitas produksi DEWA.

“Strategi tersebut membuat Darma Henwa memberikan nilai lebih untuk klien dan pemegang saham, sementara dalam waktu yang sama mendorong pertumbuhan perusahaan,” ujar Rio dalam siaran pers, Jumat, 22 Oktober 2021.

Meski laba bersih meningkat, Darma Henwa justru mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 9,6% menjadi US$152,9 juta (Rp2,22 triliun). Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$169,1 juta.

Laba kotor DEWA juga melonjak 16 kali lipat menjadi US$15,7 juta pada enam bulan pertama 2021. Catatan ini jauh lebih baik dari laba kotor periode yang sama tahun lalu sebesar US$922.307.

Margin laba kotor pun meningkat menjadi 10,3% dari sebelumnya 0,5% pada semester I-2021. Hal ini terjadi berkat turunnya biaya subkontraktor sebesar 39,9% serta biaya pemeliharaan sebesar 24,1%.

Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 96,3% menjadi US$35,9 juta pada semester I-2021. Sebelumnya, EBITDA tercatat US$18,2 juta. Margin EBITDA meningkat menjadi 23,5% dari sebelumnya 10,8%.

Aset perusahaan meningkat 5% jadi US$578,1 juta pada semester I-2021, meningkat dari posisi US$550,6 juta pada akhir 2020. Peningkatan ini akibat adanya penambahan kapasitas alat berat DEWA untuk mendorong operasi perusahaan menggunakan alat sendiri.

 

 

Berita Terkait