Laba Bersih BCA Naik 18,1 Persen Jadi Rp14,5 Triliun pada Paruh Pertama 2021

08 September 2021 19:31 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawan melayani nasabah di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 18,1% year on year (yoy) menjadi Rp14,5 triliun. 

Pencapaian tersebut didukung oleh pemulihan nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah pada enam bulan pertama tahun ini, sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian.

“Kami optimistis bahwa tren kinerja positif akan berlanjut didukung oleh pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung,” ujar Direktur BCA, Vera Eve Lim dalam Public Expose 2021, Rabu 8 September 2021.

BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8% yoy menjadi Rp28,3 triliun pada semester I-2021. Di sisi lain, pendapatan selain bunga menurun tipis 1,2% yoy menjadi Rp10,2 triliun. 

Vera menjelaskan, penurunan ini sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu. Namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi.

Pendapatan fee dan komisi naik 7,5% yoy, mencapai level yang sudah lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4% dari tahun lalu.

Permodalan BCA, kata Vera juga tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 25,3%, lebih tinggi dari ketentuan regulator. Serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4%. 

Adapun, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sebesar 2,4% didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Rasio return on asset (ROA) tercatat sebesar 3,1%, dan rasio return on equity (ROE) sebesar 16,6%.

Berita Terkait