Laba Bersih Bank Maybank Indonesia Naik Tipis 1,9 Persen di Kuartal I-2022

28 April 2022 16:30 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Aplikasi Mobile Bank Maybank Indonesia (TrenAsia)

JAKARTA -PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) memcatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp395,9 miliar di kuartal I-2022, naik tipis 1,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp388,2 miliar. 

Capaian laba tersebut tidak terlepas dari biaya provisi yang rendah, efisiensi biaya bunga, efisiensi overhead yang terkendali, serta pertumbuhan pendapatan fee based yang kuat sehubungan dengan transaksi global market dan fee-based income dari anak perusahaan.

Melalui bukti iklan informasi laporan keuangan interim di keterbukaan informasi BEI, manajemen menyampaikan Net Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih sedikit turun menjadi Rp1,746 triliun pada kuartal I-2022, dibandingkan posisi tahun lalu Rp1,747 triliun. 

Penyaluran kredit perusahaan turun dari Rp76,13 triliun per 31 Maret 2021 menjadi Rp74,96 triliun per 31 Maret 2022.

“Namun Net Interest Margin (NIM) atau marjin bunga bersih sebesar 45 basis poin menjadi 4,8 persen di kuartal I-2022 dari tahun sebelumnya 4,35%,” tulis manajemen dikutip Kamis, 28 April 2022.

Terkait rasio-rasio keuangan, rasio Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian secara gross membaik dari 4,16% menjadi 3,93% dan secara net memburuk dari 2,44% menjadi 2,76% pada Maret 2022, didukung penurunan saldo NPL menjadi 6,8 persen. 

Selain itu, total simpanan nasabah turun 9,5 persen menjadi Rp105,98 triliun dari Rp117,07 triliun tahun lalu disebabkan utamanya oleh deposito yang turun 18,9 persen menjadi Rp56,03 triliun dari Rp69,08 triliun tahun lalu. 

Dana murah atau CASA yang terdiri dari tabungan dan giro tumbuh 4,1 persen menjadi Rp49,95 triliun dari Rp47,99 triliun. Tabungan dan giro masing-masing tumbuh 7,9 persen dan 1,1 persen. Pertumbuhan pada CASA konsolidasian tersebut mendorong rasio CASA Bank only menjadi 47,1 persen pada Maret 2022, dibandingkan dengan 41 persen pada Maret 2021.

Adapun rasio kredit terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR saja) berada di posisi sehat, pada level 82,05 persen, dibanding tahun lalu 76,01%. Sementara rasio kewajiban pemenuhan kecukupan likuiditas atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 190,4 persen pada Maret 2022, berada di atas tingkat minimum yang diwajibkan regulator yakni sebesar 100 persen meski turun dari tahun lalu sebesar 202,04%.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 26,5 persen pada Maret 2022, dibandingkan dengan 25,3 persen di Maret 2021. Total modal tercatat naik menjadi Rp27,94 triliun pada Maret 2022 dari Rp26,87 triliun pada Maret 2021, smentara aset secara konsolidasian turun dari Rp168,7 triliun menjadi Rp159,7 triliun di kuartal I-2022.

Berita Terkait