Mantap! Laba Bank Mandiri Taspen Melejit 48,8 Persen pada Semester I-2021

01 Agustus 2021 16:35 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Karyawati melayani nasabah di salah satu counter saat peresmian pengoperasian kantor Pusat Bank Mandiri Taspen, Graha Mantap di Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen membukukan laba bersih Rp310,5 miliar pada semester I-2021,  naik 48,8% year on year (yoy).

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 55,39% secara yoy menjadi Rp1,19 triliun. 

“Tekanan selama pandemi COVID-19 sangat kuat tetapi kami tetap berkomitmen memberikan dukungan dan upaya bagi nasabah maupun masyarakat khususnya pensiunan agar tetap dapat menjalankan aktivitas perekonomian,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga.

Di saat yang sama, Chief Financial Officer (CFO) Bank Mandiri Taspen Fajar Ari S. menambahkan, peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan.

Sehingga, rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 42,56% pada Juni 2021 atau turun sebesar 11,82% dari 2020 sebesar 54,38%. Kemudian, perseroan juga dapat menekan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sebanyak 5,52% dari 83,65% pada Juni 2020 menjadi 78,13% pada semester I-2021.

Selanjutnya, penyaluran kredit juga tumbuh 27,7% yoy sebesar Rp29,22 triliun per 30 Juni 2021.  Dengan rasio Non Performing Loan (NPL) berada di level 0,73%.

Di sisi lain rasio dana murah (CASA) pun meningkat dari posisi akhir Desember 2020 menjadi 30,13% per 30 Juni 2021. 

Perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp41,52 triliun per 30 Juni 2021, naik dari Desember 2020 sebesar Rp35,09 Triliun.  Adapun, Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 2,43% dan Return on Equity (ROE) 18,03%.

Dengan hasil sepanjang semester pertama ini, Fajar optimistis kinerja sampai akhir 2021 akan tetap dapat terjaga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Manajemen Bank Mandiri Taspen juga optimistis perseroan dapat segera masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III.

Berita Terkait