Laba Bersih Adira Finance (ADMF) Turun 7,5 Persen Jadi Rp753 Miliar pada Kuartal III-2021

02 November 2021 17:04 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Laila Ramdhini

Foto: Adira Finance

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan kinerja negatif pada kuartal III-2021. Emiten yang lebih dikenal dengan sebutan Adira Finance ini mengalami penurunan kinerja keuangan, sebagaimana tampak dari laba bersih yang susut 7,5% year on year (yoy). 

Laba bersih emiten bersandi ADMF ini terpeleset dari Rp814,20 miliar pada kuartal III-2020 menjadi RP753,27 miliar pada kuartal III-2021. Hal ini berimplikasi pada Earning per Share (EPS) atau laba per saham dasar ADMF yang menurun dari Rp814 pada kuartal III-2020 menjadi Rp753 pada kuartal III-2021.

Kinerja keuangan yang belum terungkit optimal ini tidak lepas dari pendapatan yang masih tertekan. Total pendapatan ADMF menurun 12% yoy dari Rp7,17 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp6,27 triliun pada kuartal III-2021.

Secara beriringan, total beban keuangan ADMF juga susut menjadi Rp5,27 triliun atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,04 triliun. Dari sisi kinerja bisnis, perseroan mencatatkan pembiayaan baru sebesar R[18,1 triliun atau melesat 36% yoy pada kuartal III-2021.

ADMF menargetkan adanya pembiayaan baru pada tahun ini dapat menyentuh Rp24 triliun-Rp25 triliun. Pembiayaan baru yang tumbuh double digit diimbangi dengan kemampuan perseroan mengendalikan kualitas pembiayaan. 

Rasio Non performing financing (NPF) ADMF turun dari posisi 3,0% pada awal 2021 menjadi 2,8% pada kuartal III-2021. Adapun Return on Asset (ROA) ADMF parkir di level 3,7% dan Return on Equity (ROE) di kisaran 12,6% pada kuartal III-2021.

Kendati demikian, pembiayaan baru tersebut belum sampai tahap mengangkat total aset. Hal ini tercermin dari penurunan total aset ADMF menjadi Rp24,02 triliun atau susut dibandingkan posisi akhir 2020 sebesar Rp29,23 triliun. 

Sementara itu, liabilitas perseroan juga menurun dari Rp21,30 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp15,72 triliun pada kuartal III-2021. Sebaliknya ekuitas ADMF menguat dari Rp7,9 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp8,29 triliun pada kuartal III-2021.

Berita Terkait