Laba Barito Pacific Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Anjlok 38,9%

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) membukukan penurunan tajam pada laba bersih periode 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk anjlok 38,1% menjadi US$44,1 juta sepanjang periode 2019 dari sebelumnya US$72,2 juta.

Merosotnya laba bersih emiten bersandi saham BRPT itu terjadi akibat pendapatan yang turun 21,8% menjadi US$2,4 miliar dari US$3,07 miliar. Namun, beban pokok pendapatan turun lebih tipis sebesar 19,6% menjadi US$1,8 miliar.

Untuk itu, laba kotor Barito Pacific turun 28% atau senilai US$579,4 juta dari sebelumnya US$805,4 juta.

Dengan demikian, laba periode berjalan yang dibukukan Barito Pacific mencapai US$137,3 juta pada 2019. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$242 juta.

Adapun, total liabilitas perseroan mencapai US$4,42 miliar dengan ekuitas US$2,75 miliar. Sedangkan, total aset perseroan naik 1,9% dari US$7,04 miliar menjadi US$7,18 miliar pada 2019.

Pada perdagangan Senin, 30 Maret 2020, saham BRPT ditutup turun 3,23% sebesar 20 poin ke level Rp600 per lembar. Kapitalisasi pasar saham BRPT mencapai Rp53,41 triliun dengan imbal hasil negatif 16,43% dalam setahun terakhir.

Barito Pacific dimiliki oleh Prajogo Pangestu, konglomerat terkaya ke-3 di Indonesia versi majalah Forbes 2019. Kekayaan Prajogo ditaksir mencapai US$3,6 miliar setara Rp57,6 triliun.

Pundi-pundi terbesar Barito Pacific berasal dari anak usahanya yang bergerak di industri petrokimia, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA). Baru-baru ini, Chandra Asri meresmikan pabrik baru dengan nilai investasi Rp70 triliun. (SKO)

Tags:
Barito PacificChandra Asri Petrichemicalkinerja emitenkonglomeratlaba bersihPrajogo Pangestu
Ananda Astridianka

Ananda Astridianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: