Laba Bank Digital Milik CT Melesat 746,3 Persen Jadi Rp75 Miliar

28 April 2022 15:00 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Layanan Mobile Apps Allo Bank (TrenAsia)

JAKARTA -PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), emiten milik Chairul Tanjung mencetak laba bersih Rp75,01 miliar per kuartal I-2022, naik 746,35% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding posisi 31 Maret 2021 sebesar Rp8,86 miliar.

Pertumbuhan laba bersih ini tidak lepas dari kenaikan pendapatan bunga sebesar 87,55% yoy dari Rp 55,08 miliar pada 31 Maret 2021 menjadi Rp103,30 miliar pada kuartal I-2022.

Selain itu, beban bunga perusahaan juga turun 30,11% yoy dari Rp32,14 miliar pada kuartal I-2021 menjadi Rp22,46 miliar pada tiga bulan pertama 2022.

Hasilnya, pendapatan bunga bersih Allo Bank melonjak 252,42% yoy menjadi Rp80,83 miliar, dari periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,93 miliar.

“Penyaluran kredit bersih, tumbuh 119,87% yoy dari Rp2,17 triliun pada kuartal I-2021 menjadi Rp4,77 triliun pada kuartal pertama 2022,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Kamis, 28 April 2022.

Lebih lanjut, simpanan nasabah juga naik 31,22% secara tahunan dari Rp2,12 triliun menjadi Rp 2,78 triliun per kuartal I-2022. 

Pada periode yang sama, rasio dana murah (CASA) yang terdiri dari giro (Rp170,35 miliar) dan tabungan (Rp155,36 miliar) mencapai 11,7% dari total simpanan nasabah. Deposito berjangka masih mendominasi simpanan nasabah sebesar Rp2,46 triliun.

Rasio kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) terhadap total kredit turun menjadi 0,24% pada akhir Maret 2022, dari periode yang sama 2021 sebesar 2,59%. Adapun NPL neto juga turun menjadi 0,13%, dari sebelumnya 1,51%.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga turun dari 85% pada kuartal I-2021 menjadi 39,94% pada kuartal I-2022.

Per 31 Maret 2022, total aset Allo Bank mencapai Rp9,41 triliun, naik dari posisi sebelumnya Rp4,65 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp6,15 triliun

Berita Terkait