Kurangi Pengangguran, Pemulihan Ekonomi Berhasil Ciptakan 2,6 Juta Lapangan Kerja Baru

18 Agustus 2021 16:15 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

Seorang pekerja di Duta Mall tengah membersihkan lantai saat kebijakan PPKM Level 4 Banjarmasin. (Tim Starbanjar)

JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional kini diklaim mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi dampak pengangguran. Hal ini dapat dibuktikan sejak awal tahun 2021 lalu, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia telah berkurang. 

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, dalam pemaparannya, berdasarkan data di bulan Februari 2021, penurunan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia itu justru terjadi di saat pertumbuhan ekonomi nasional masih minus 0,7 persen secara year-on-year (YoY).

"Di Kuartal I-2021 pertumbuhan ekonomi kita secara yoy masih minus 0,7 persen. Akan tetapi tingkat pengangguran terbuka itu sudah turun 0,81 percentage poin," kata Febrio dalam press conference daring berjudul ’Strategi dan Outlook Perekonomian dan Kesejahteraan’ yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal, hari ini pada Rabu, 18 Agustus 2021. 

Febrio menyimpulkan, hal tersebut merupakan tanda-tanda perekonomian Indonesia tidak hanya pulih dari aspek 'low base' saja. Tapi bahkan sudah berhasil menyerap tenaga kerja.

"Jadi pemulihan ekonomi itu paling tidak sampai Februari 2021 sudah menciptakan 2,6 juta lapangan pekerjaan baru," ungkapnya.

Selain itu, menurut Febrio, karena adanya tambahan orang yang mencari kerja, penurunan tingkat pengangguran pun disebut-sebut telah mencapai 1,02 juta orang.

"Jadi ada 2,6 juta lapangan pekerjaan baru ditambah dengan tambahan orang yang mencari kerja, maka penganggurannya turun 1,02 juta orang," tambah Febrio.

Pencapaian ini merupakan sesuatu yang menggembirakan dan diharap bisa berlanjut terus ke depannya. Begitupun soal tingkat kemiskinan, Febrio menjelaskan bahwa per Maret 2021 hal tersebut juga sudah menunjukkan adanya perbaikan.

Meskipun, Febrio juga mengakui penurunan tingkat kemiskinan memang masih terbatas. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah untuk mendesain kebijakan perlindungan sosial yang lebih baik lagi kedepannya.

"Saat ini kita sudah targeting yang semakin tajam, dan hasilnya adalah tingkat kemiskinan bisa mulai turun bahkan di-early 2021 ketika tingkat pertumbuhan ekonominya masih minus 0,7 persen secara year-on-year," ujarnya.

Berita Terkait