Kunker ke Jatim, Nadiem Makarim Sambangi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

22 Oktober 2021 12:33 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Kunjungan kerja Nadiem Anwar Makariem ke Pondok Pesantren Tebuireng (Istimewa)

JAKARTA - Dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menginap di kamar KH Hasyim Asyari, Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

"Mas Menteri menginap di kamar Mbah Hasyim Asyari di Pondok Tebuireng. Alhamdulillah beliau mau nginap di pondok agar tahu suasana, kondisi dan kehidupan pesantren" kata KH Abdul Halim Mahfudz yang akrab disapa Gus Iim, salah seorang cicit KH Hasyim Asyari.

Dalam kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Tebuireng, Mas Menteri, panggilan akrab Mendikbudristek Nadiem Makarim, diterima oleh pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), bersama Ibu Nyai Hj Lelly Lailiyah, Ibu Nyai Faridah Solahudin Wahid (istri alm Gus Solah) dan Bupati Jombang Ibu Hj Mundjidah Wahab Hasbullah.

Mas Menteri diajak ziarah dan membaca tahlil di makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Solahudin Wahid (Gus Solah) dan keluarga Tebuireng.

Setelahnya, ia meninjau Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (MINHA). Acara dilanjutkan ke SMK Plus Khairiyah Hasyim yang memiliki jurusan multimedia dan kewirausahaan.

Saat meninjau SMK Plus Khoiriyah Hasyim, Mas Menteri takjub melihat beberapa siswi yang membuat coding, sementara beberapa siswa melakukan video editing.

Kunjungan kerja Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rangka Hari Santri dengan melihat kondisi lembaga-lembaga pendidikan di pesantren di bawah Kemendikbud.

Selain ke Pesantren Tebuireng, Mas Menteri ke Pesantren Lirboyo diterima oleh dewan pengasuhnya KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Zamzami Mahrus dan KH An'im Falahudin Mahrus.

Kunker dilanjutkan ke Pesantren Al-Falah Ploso Kediri diterima Pengasuh KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Kautsar. Kemudian ziarah ke makam Proklamator Ir Soekarno ditemani Puti Guntur Soekarno.

Berita Terkait