Kuartal Pertama 2021, Bukaka Teknik Utama Raup Laba Bersih Rp119,15 Miliar

28 April 2021 13:01 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

JAKARTA – Perusahaan konstruksi milik keluarga Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp119,15 miliar pada kuartal I/2021.

Angka ini turun tipis 7,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp128,18 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang belum diaudit di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 28 April 2021, pendapatan Bukaka pun turun tipis 2,12% menjadi Rp1,06 triliun.

Periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan perusahaan tercatat Rp1,08 triliun.

Pendapatan BUKK pada kuartal pertama 2020 didominasi oleh pendapatan kontrak jaringan transmisi listrik, energi, jembatan, dan tambang sebesar Rp875,32 miliar. Pendapatan pos ini mendominasi 82,57% dari total pendapatan BUKK.

Selain itu, pendapatan dari peralatan jalan, kendaraan khusus, shelter dan oil gas equipment tercatat sebesar Rp123,33 miliar. Lalu, pendapatan fasilitas dan perlengkapan bandara sebesar Rp58,31 miliar dan penjualan listrik meraup pendapatan Rp3 miliar.

Terdapat pembengkakan sebesar 28,83% di pos beban usaha menjadi Rp45,77 miliar dari sebelumnya Rp35,53 miliar. Pembengkakan ini terutama diakibatkan oleh turunnya keuntungan selisih kurs menjadi Rp6,89 miliar dari sebelumnya Rp22,81 miliar.

Selain itu, pendapatan bunga juga turun menjadi Rp866,03 juta dari sebelumnya Rp2,25 miliar.

Tercatat ada penurunan bersih kas dan setara kas sebesar Rp207,18 miliar pada kuartal pertama 2021. Hal ini membuat saldo kas dan setara kas BUKK menjadi Rp531,65 miliar. Pada awal 2021, kas dan setara kas tercatat Rp731,93 miliar.

Liabilitas BUKK tercatat sebesar Rp2,14 triliun, tumbuh tipis dari akhir tahun lalu yang tercatat Rp2,13 triliun. Liabilitas masih didominasi liabilitas jangka pendek sebesar Rp1,99 triliun. Sementara itu, liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp150,93 miliar.

Sementara itu, ekuitas BUKK juga tercatat tumbuh tipis menjadi Rp5,1 triliun dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp4,98 triliun. Ada kenaikan di pos saldo laba menjadi Rp2,04 triliun pada kuartal pertama 2021. (RCS)

Berita Terkait