Kuartal III, Sektor Industri Mulai Menggeliat

JAKARTA – Pada kuartal III-2020 sejumlah industri mulai menunjukkan geliat pertumbuhan. Ini tercermin dalam laporan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 yang tumbuh sebesar 5,05% dibanding kuartal II-2020 -4,19%.

Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha, di mana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 24,28%. Sedangkan pada kuartal sebelumnya terkontraksi sebesar 29,18%.

“Kalau dibandingkan per kuartal, hampir seluruh sektor Industri mengalami pertumbuhan positif,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis, 5 November 2020.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan mampu tumbuh 5,69% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan meski secara tahunan masih terkontraksi 4,02%. Namun lebih baik jika dibandingkan kuartal II-2020 yang terkontraksi 5,74%.

Sektor yang tumbuh pada kuartal-III 2020 antara lain industri alat angkutan (17,48%), industri logam dasar (10,73%), industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik (8,11%).

Lalu ada industri karet, barang dari karet dan plastik (7,52%), serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional (5,69%).

Agus menjelaskan, kinerja industri alat angkutan melaju cepat pada kuartal III-2020. Hal ini terlihat dari indikator penjualan mobil dan sepeda motor yang naik tajam jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Industri Otomotif

Penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada kuartal III-2020 mencapai 111.114 unit atau naik sebesar 362,17% (qtq). Di mana produksi mobil pada kuartal III-2020 mencapai 113.563 unit naik 172,78% qtq.

Sedangkan, penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal III-2020 mencapai 911.865 unit atau naik sebesar 190,75% (qtq).

“Kalau dilihat secara tahunan, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh paling tinggi hingga 14,96%,” ungkap Menperin.

Pertumbuhan sektor ini didukung oleh peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi wabah COVID-19.

Sementara itu, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang kuartal III-2020 mencapai 19,86%.

“Optimisme recovery yang lebih cepat di sektor industri pengolahan seiring dengan semakin disiplinnya masyarakat dalam upaya pencegahan virus COVID-19, yang terlihat juga dari jumlah kasus aktif yang terus menurun,” papar Agus.

Adapun, realisasi nilai investasi tercatat naik 37% yoy. Sepanjang Januari-September 2020, penanaman modal sektor industri di tanah air mencapai Rp201,9 triliun. Naik dibanding pada periode yang sama 2019 sebesar Rp147,3 triliun.

Di samping itu, nilai ekspor sektor industri pada Januari-September 2020 menembus US$94,36 miliar dan menghasilkan neraca surplus sebesar US$8,8 miliar.

Tiga sektor yang menyumbang devisa terbesar, yaitu industri makanan (US$21,31 miliar), industri logam dasar (US$16,96 miliar), serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (US$9 miliar).

Tags:
Agus Gumiwang KartasasmitaBadan pusat statistikbpsHeadlineIndustri pengolahanKementerian Perindustriankinerja sektor industripertumbuhan industri kuartal IIIProduk Domestik Bruto
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: