Kuartal I 2021, Laba Bersih XL Axiata Susut Jadi Rp320 Miliar

27 April 2021 14:31 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

XL Axiata Tower / Dok. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk membukukan penurunan laba bersih pada kuartal I 2021. Menurunnya laba bersih perusahaan merupakan dampak dari pendapatan yang terkoreksi 3,57% dibandingkan kuartal I 2020 (year on year/ yoy).

Emiten berkode EXCL membukukan pendapatan Rp6,24 triliun pada kuartal I 2021. Pendapatan dari segmen data mendominasi 83,4% atau 5,1 triliun dari keseluruhan pendapatan EXCL. Sementara pendapatan dari segmen non data sepanjang Januari hingga Maret 2021 mencapai Rp803,65 miliar.

Pendapatan dari penjualan dan sewa balik menara menjadi yang paling terdampak pada kuartal I 2021. Kuartal ini, EXCL mencatatkan pendapatan penjualan dan sewa balik menara hanya Rp101,44 miliar dari sebelumnya Rp1,62 triliun.

Secara beriringan, beban penyusutan ikut turun dari Rp2,59 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp2,41 triliun pada kuartal I 2021.

Hal ini juga berlaku pada beban infrastruktur yang ikut turun menjadi Rp1,97 triliun pada kuartal I 2021 dari sebelumnya Rp2,03 triliun pada kuartal I 2020.

Maka, laba bersih perusahaan menyusut 78% dari Rp1,51 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp320 miliar pada kuartal I 2021. Sementara earning per share (EPS) atau laba per saham menurun dari Rp142 pada kuartal I 2020 menjadi Rp30 per lembar saham pada kuartal I 2021.

Kinerja perusahaan yang terganggu pada kuartal I 2021 membuat total aset menyusut. Total aset perusahaan turun 2,67% dari Rp67,74 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp65,93 triliun pada kuartal I 2021.

Penurunan terbesar total aset berasal dari aset lancar perusahaan yang susut dari Rp7,57 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp5,94 triliun. Sementara aset tidak lancar perusahaan turun tipis dari Rp60 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp59,9 triliun pada kuartal I 2021.’

Kendati kinerja menurun, EXCL berhasil tidak menambah liabilitas sepanjang Januari hingga Maret 2021. 

Total liabilitas perusahaan berhasil berkurang dari Rp48,6 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp46.46 triliun. Jika dirinci, hal itu terdiri dari Rp27,17 triliun liabilitias jangka panjang dan Rp19,29 triliun liabilitas jangka pendek.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan naik tipis dari Rp19,13 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp19,46 triliun pada kuartal I 2021.

Dengan demikian, debt to equity (DER) telah mencapai 2,3 kali. Itu artinya, jumlah liabilitas sudah dua kali lebih banyak ketimbang modal bersih perusahaan.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan, pertumbuhan pendapatan perseroan pada 2021 sedikit lebih baik atau minimal sama dengan pertumbuhan industri telekomunikasi secara keseluruhan.

Perkiraannya, pendapatan XL akan tumbuh minimal 3,5%-3,6% sesuai dengan prediksi pertumbuhan pendapatan industri telekomunikasi nasional tahun depan.

“Jadi kalau di tahun 2019 pendapatan kami itu Rp25 triliun, di 2020 kami harapkan tetap tumbuh positif. Kemudian di tahun 2021 perkiraan kami juga kira-kira lebih baik dari market atau paling tidak sama dengan market,” ungkap Dian beberapa waktu lalu. (RCS)

Berita Terkait