Kredit Lesu, Pendapatan Bunga Bank Victoria (BVIC) Susut Jadi Rp916,88 Miliar Pada Semester I-2021

04 Agustus 2021 17:06 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

PT Bank Victoria International Tbk/ Sumber: victoriabank.co.id

JAKARTA – PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) membukukan  penurunan pendapatan bunga dan syariah pada paruh pertama tahun ini. Pendapatan bunga dan syariah BVIC merosot 14% dari Rp916,88 miliar pada akhir 2020 menjadi Rp802,31 miliar pada paruh pertama 2021.

Meski begitu, pendapatan bunga dan syariah BVIC masih jadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah bank yang tergabung dalam Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II pada semester I-2021.

Menurunnya kinerja BVIC dipicu oleh lesunya kredit yang  menyusut dari Rp684 miliar pada 2020 menjadi Rp528,84 miliar pada semester I-2021. Meski begitu, terdapat kenaikan pendapatan dari pos penerimaan efek-efek serta penempatan dana pada Bank Indonesia (BI) dan bank lain.

Penerimaan efek-efek BVIC tumbuh dari Rp174 miliar pada 2020 menjadi Rp228,71 per akhir Juni 2021. Sementara penempatan di BI dan bank lain naik menjadi Rp10,07 miliar dari sebelumnya Rp6,83 miliar.

Dari segi pendapatan syariah, penerimaan bagi hasil masih mendominasi dengan perolehan Rp23,72 miliar atau melesat dibandingkan akhir 2020 yang sebesar Rp9.88 miliar. Sementara pendapatan margin dan ijarah-bersih pada semester I-2021 masing-masing sebesar Rp10,56 miliar dari Rp65,91 juta.

Sementara itu, beban bunga dan syariah yang harus ditanggung pada semester I-2021 ini mencapai Rp642,49 miliar atau turun dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp838,03 miliar.

Meski begitu, kondisi keuangan BVIC masih tertolong oleh penurunan total liabilitas dari Rp22,19 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp20,38 triliun pada semester I-2021.

Kompak, penempatan dana syikrah temporer juga menyusut dari Rp1,37 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp1,28 triliun pada semester I-2021.

Adapun posisi ekuitas BVIC pada semester I-2021 ini parkir di level Rp2,68 triliun dan total aset sebesar Rp24,35 triliun. 

Berita Terkait