Kreatif! Warga Grobogan Sulap Limbah Plastik Jadi Kerajinan Wayang

13 Oktober 2021 21:30 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri) mengunjungi pengrajin wayang limbah, Yusna Igun di Grobogan, Rabu (13/10). ((Jatengaja.com/dok. Humas Pemprov Jateng))

Grobogan, - Ditangan orang kreatif, limbah barang bekas rumah tangga, seperti botol plastik, plastik bungkus makanan, dan kain perca bisa jadi karya seni menarik.

Hal tersebut dilakukan oleh Yusna Igun. Pria berusia  31 tahun yang tinggal di  Jalan Banyuono II Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) limbah rumah tangga tersebut menjadi karya seni wayang. Oleh Igun, kerajinan ciptaannya Ia beri nama Wabah (wayang limbah).

“Ini namanya Wabah Pak yakni wayang limbah. Tercipta saat wabah Corona muncul,” kata Yusna kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang berkunjung ke rumahnya, Rabu (13/10).

Kepada Ganjar, Yusnan mengatakan memang senang dengan dunia wayang. Pria asli Tegal itu memang mengidolakan almarhum Ki Enthus, dalang kondang asal Tegal.

“Saya suka wayang Pak, tapi kalau beli kan mahal. Jadi saya buat sendiri. Awalnya saya buat dari bambu. Kemudian tertarik membuat dari limbah. Ternyata jadi dan saya teruskan," jelasnya.

Selain untuk kesenian, Yusnan ingin berpartisipasi dalam rangka kampanye lingkungan. Dengan pemanfaatan limbah plastik, maka bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh limbah terbesar rumah tangga itu.

Berbagai jenis dan karakter wayang sudah dibuat, seperi wayang replika Ki Enthus dan lain. Ingin membuat wayang replika Ganjar, namun tidak berani sebelum meminta izin.

“Kalau diperbolehkan, saya buat wayang karakter Pak Ganjar. Sejak dulu saya ingin membuat, tapi takut kalau tidak minta izin dulu. Apalagi kalau nanti jadinya kurang bagus,” ujar Yusnan.

Ganjar mengizinkan Yusnan membuat karakter wayang limbah yang mirip dengannya, meski nanti hasilnya kurang persis sekalipun.

"Boleh, ndak persis saja ndak papa. Tidak penting buat saya. Mungkin ada orang tersinggung kalau tidak mirip atau jelek. Penting bisa terus berkreasi dan menggunakan media wayang untuk menyampaikan pesan-pesan pada masyarakat,” ujarnya.

Ganjar meminta Yusnan terus meningkatkan kreasinya membuat wayang golek dari limbah yang kreatif dan sangat menginspirasi. Serta meminta agar design dan bentuknya diperbaiki agar lebih menarik. 

Selain itu, membuat konten-konten edukasi masyarakat dengan wayang ini, seperti soal lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, Covid-19, soal bencana dan lainnya. 

“Buat karyanya yang menarik, kemudian diposting di media sosial. Bisa youtube, IG, twitter dan lainnya. Pasti menarik,” sarannya.

Dalam kesempatan itu, Yusnan memberikan hadiah istimewa pada Ganjar yakni wayang karakter Ki Enthus. 

“Saya jadi teringat beliau Enthus. Terimakasih ya mas. Tapi ini tidak boleh dikasih, saya beli ya,” ujarnya sambil memberikan uang kepada Yusnan. (-)

Tulisan ini telah tayang di jatengaja.com oleh SetyoNt pada 13 Oct 2021 

Berita Terkait