Korban Tewas Akibat Corona di AS Capai Setengah Juta Jiwa, Terparah dalam 102 Tahun Terakhir

February 22, 2021, 08:25 AM UTC

Penulis: GND

Petugas medis di salah satu rumah sakit di Amerika/foto: Voice of America

JAKARTA – Jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat nyaris menyentuh 500.000 jiwa.

Johns Hopkins University menyebut bahwa setahun setelah pandemi, total nyawa yang meninggal sekitar 498.000 jiwa. Jumlah ini kira-kira setara dengan populasi Kansas City, Missouri, dan berselisih tipis dari populasi Atlanta.

Angka tersebut pun melampaui jumlah orang yang meninggal pada 2019 akibat penyakit pernapasan bawah kronis, stroke, Alzheimer, flu, dan pneumonia.

Sementara, menurut Johns Hopkins University, jumlah korban tewas global mendekati 2,5 juta.

Berdasarkan data Worldometers, AS menempati posisi pertama jumlah pasien Covid-19 terbanyak di dunia. Per Senin (22/2/2021), total kasus di AS mencapai 111,76 juta, sebanyak 511.133 di antaranya meninggal dunia.

“Hal ini belum pernah kami alami dalam 102 tahun terakhir, sejak pandemi influenza 1918,” kata pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS), Dr. Anthony Fauci, dilansir AP, Minggu (21/2/2021).

Pada 19 Januari 2021, korban tewas akibat virus corona di AS mencapai 400.000. Kematian pertama yang diketahui akibat virus corona di AS terjadi pada awal Februari 2020. Dua orang itu meninggal di Santa Clara County, California.

Butuh empat bulan untuk mencapai 100.000 orang pertama yang tewas. Lantas, jumlah kematian mencapai 200.000 pada September dan meningkat lagi menjadi 300.000 pada Desember.

Lebih dari 1 bulan kemudian, angkanya membesar menjadi 400.000 dan hanya sekitar dua bulan menanjak ke ambang 500.000.

Di California saja, jumlah kematian akibat pandemi mencapai 49.105 jiwa, per Senin (22/2/2021). California menjadi negara bagian dengan jumlah kematian tertinggi di AS.