Konsisten Catatkan Pertumbuhan Kinerja, Prodia (PRDA) Masuk Daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021

11 September 2021 04:41 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Konsisten Catatkan Pertumbuhan Kinerja, Prodia (PRDA) Masuk Daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021. Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021 adalah daftar yang memuat 200 perusahaan terbaik di Asia Pasifik dengan kategori pendapatan dibawah US$1 miliar atau Rp 14 triliun.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan,pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dari seluruh insan Prodia serta dukungan dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Pihaknya terus berupaya untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja.

“Kami optimistis bahwa bisnis Prodia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi dalam ekosistem kesehatan di Indonesia,” tutur Dewi, menanggapi daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021 di Jakarta, Jumat, 10 September 2021.

Adapun kriteria yang ditetapkan oleh Forbes Asia dalam memilih perusahaan di Asia Pasifik untuk daftar tersebut di antaranya pertumbuhan earning per shares (EPS) dan return on equity (ROE), pendapatan, dan kinerja non-keuangan seperti tata kelola perusahaan. 

Forbes Asia menyeleksi daftar tersebut dari 20.000 perusahaan yang berada di wilayah Asia Pasifik. Perusahaan yang termasuk dalam daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021 tersebut dapat dikategorikan sebagai perusahaan kelas menengah dengan kinerja keberlanjutan jangka panjang.

Terdapat 5 perusahaan Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best Under a Billion 2021 yaitu PRDA, PT Mitra Keluarga Sejahtera Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). 

Pada semester I-2021, Prodia berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 88,4% menjadi Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp301,02 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Di paruh pertama tahun ini, perseroan telah melayani lebih dari 8 juta pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari tes genomik, tes rutin, tes COVID-19, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Kontribusi pendapatan Prodia didominasi lebih dari 80% oleh tes non-covid yaitu tes genomik dan tes rutin. 

Margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami peningkatan menjadi sebesar 24,3% dan 35,9%. Perseroan berhasil membukukan rasio lancar sebesar 663,1% dan rasio cepat sebesar 638,4%. 

Rasio keuangan ini juga mencerminkan neraca perseroan yang juga semakin menguat. Total aset PRDA pada enam bulan pertama tahun ini tercatat meningkat menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Total ekuitas naik menjadi Rp1,93 triliun dibandingkan dengan tahun 2020 yang berada pada angka Rp1,78 triliun. Dari sisi arus kas, perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus di semester I-2021 menjadi Rp378,20 miliar.

Berita Terkait