Konglomerat Anthoni Salim Pemilik Indomie Beli Perusahaan Mi Timteng Rp44 Triliun

Konglomerat terkaya ke-6 di Indonesia Anthoni Salim lewat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mengakuisisi perusahaan mi instan di Timur Tengah dan Afrika dengan nilai US$2,99 miliar setara Rp44,2 triliun (kurs Rp14.785 per dolar Amerika Serikat).

Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A. Putro mengatakan telah terjadi penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan Pinehill Corpora Limited dan Steele Lake Limited pada 22 Mei 2020.

Pinehill Corpora dan Steele Lake akan menjual seluruh saham Pinehill Company Limited yang didirikan di British Virgin Islands (BVI). Perusahaan investasi ini memiliki saham dalam anak usaha yang terkonsolidasi di berbagai sektor usaha.

“Harga pembelian seluruh saham perusahaan target telah disepakati sebesar US$2,99 miliar,” kata Gideon dalam laporan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipublikasikan di keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.

Grup Pinehill Company memiliki penyertaan saham di empat perusahaan di berbagai negara. Pertama, sebanyak 59% saham Pinehill Arabia Food Limited. Perusahaan ini berdomisili di Arab Saudi yang bergerak di bisang industri manufaktur mi instan.

Kedua, sebanyak 100% saham Platinum Stream Profits Limited, perusahaan investasi di BVI. Nah, Platinum Stream ini memiliki 48,99% saham Dufil Prima Foods Plc., yang berada di Nigeria, perusahaan produsen mi intan di Nigeria dan Ghana.

Ketiga, sebanyak 59% saham Salim Wazaran Group Limited, perusahaan investasi di BVI. Perusahaan ini memiliki setidaknya 80% saham di industri manufaktur mi intan di Mesir, Kenya, Maroko, dan Serbia.

Keempat, sebanyak 59% saham Salim Wazaran Gida Sanayi Ve Yatrim Anonim Sirketi, perusahaan joint stock di Turki. Perusahaan investasi ini menggenggam setidaknya 80% saham Adkoturk Gida Saneyi Ve Ticaret Limited Sirketi, produsen mi instan di Turki.

Memang, transaksi yang sudah diungkapkan sejak 11 Februari 2020 ini sebelumnya menuai pro kontra lantaran pemilik Pinehill adalah Anthoni Salim, Direktur Utama Indofood CBP Sukses Makmur, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

Akan tetapi, saham konsorsium Pinehill Corpora digenggam oleh Anthoni Salim secara tidak langsung sebesar 49%. Kerabat Anthoni Salim juga mengempit secara tidak langsung 8,3% saham Pinehill Corpora. Sisanya, sebanyak 42,7% saham Pinehill Corpora dimiliki pihak ketiga yang independen dan tidak terafiliasi.

Sementara Steele Lake, dimiliki secara tidak langsung oleh ASM Telok Ayer Fund, sebuah reksa dana discretionary yang dikelola dan dikendalikan oleh Argyle Street Management Limited (ASM). ASM ini berdiri pada 2002 dan berkantor pusat di Hong Kong.

ASM merupakan pengelola aset yang beroperasi di Asia Tenggara dan China. Salah satu reksa dana investasi berada dalam perusahaan yang dikendalikan oleh Anthoni Salim. Anthoni menjadi pemegang saham tunggal di perusahaan yang menjadi rekan terbatas di salah satu reksa dana yang dikelola oleh ASM.

Untuk itu, manajemen Indofood CBP meyakini Steel Lake tidak dimiliki oleh Anthoni Salim, sehingga bukan perusahaan afiliasi.

Objek dan Syarat Transaksi

Sementara itu, objek dalam transaksi ini adalah seluruh saham Pinehill Company yang dimiliki oleh Pinehill Corpora. Jumlahnya mencapai 70,82 juta lembar saham setara dengan 51% kepemilikan di dalam Pinehill Company.

Kemudian, seluruh saham Pinehill Company yang dimiliki oleh Steele Lake. Jumlahnya mencapai 68,05 juta saham setara 49% dari total saham Pinehill Company.

Manajemen Indofood CBP akan mendapatkan restu dari First Pacific Company Limited (FPC), induk usaha milik Anthoni Salim yang tercatat di bursa saham Hong Kong. Rencananya, FPC akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) paling lambat 28 Agustus 2020.

Lewat sejumlah persyaratan awal, tiga pihak yang bertransaksi telah sepakat batas akhir penyelesaian akan dilakukan pada 31 Desember 2020.

Dalam CSPA juga disebutkan para penjual memberikan jaminan rata-rata laba bersih konsolidasian setelah pajak yang dapat diatribusikan kepada entitas pemegang saham Pinehill Company pada 2020 dan 2021 minimum US$128,5 juta. Namun, jika tidak tercapai maka harga akan disesuaikan kembali.

Untuk pembayaran, Indofood CBP akan melunasi maksimum pada 30 April 2022 senilai US$650 juta senilai Rp9,6 triliun. Secara keseluruhan, harga pembelian seluruh saham Pinehill Company senilai US$2,99 miliar setara Rp44,2 triliun.

Pembayaran kepada Pinehill Corpora senilai US$1,19 miliar setara Rp17,5 triliun akan dilakukan pada saat transaksi rampung. Sisanya, sebesar US$331,5 juta akan ditahan dan akan dibayarkan maksimum 30 April 2022.

Selanjutnya, pembayaran kepada Steele Lake senilai US$1,15 miliar setara Rp17 triliun akan dilakukan pada saat transaksi kelar. Namun, sisanya sebesar US$318,5 juta akan dibayarkan maksimum pada 30 April 2020.

“Penyelesaian rencana transaksi akan dilakukan pada tanggal yang jatuh pada lima hari kerja setelah tanggal dimana semua persyaratan rencana transaksi dipenuhi atau diabaikan (sesuai kasusnya),” kata dia.

Kinerja Perusahaan yang Diakuisisi

Pinehill Company ini mengendalikan sejumlah manufaktur mi instan di delapan negara dengan merek Indomie. Pasar utama grup ini adalah Saudi Arabia, Nigeria, Mesir, Turki, Serbia, Ghana, Maroko, dan Kenya, dengan total populasi 550 juta penduduk.

Grup ini memiliki 12 unit pabrik dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus. Tahun lalu, penjualan Grup Pinehill Company mencapai US$533,5 juta senilai Rp7,8 triliun. Laba yang diraup mencapai US$125 juta setara Rp1,7 triliun.

Total nilai ekuitas konsolidasi Grup Pinehill Company mencapai US$246,3 juta. Sedangkan kas dan setara kas mencapai US$67,5 juta, serta Pinehill Company tidak memiliki pinjaman bank.

Selain memiliki pabrik di delapan negara, Grup Pinehill Company juga mempunyai jaringan distribusi di 33 negara dengan total populasi 885 juta orang.

Manajemen emiten bersandi saham ICBP tersebut menguraikan alasan dan manfaat transaksi ini. Perseroan ingin mengembangkan dan perluasan usaha terutama di basis produksi serta distribusi mi instan di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara.

Adapun, manajemen Indofood CBP akan merogoh kocek dari kas internal senilai US$300 juta untuk sumber dana pembelian saham tersebut. Sisanya, ICBP akan mendapatkan dana dari pinjaman lembaga perbankan.

Anthoni Salim merupakan penerus Grup Salim dari mendiang Sudono Salim (Liem Sioe Liong). Anthoni adalah konglomerat terkaya ke-6 di Indonesia versi majalah Forbes 2019. Pria berumur 71 tahun itu ditaksir memiliki kekayaan mencapai US$5,5 miliar setara Rp88 triliun.

Pundi-pundi kekayaannya bersumber dari perusahaan pembuat mi instan terbesar dunia Indofood, perbankan, hingga telekomunikasi, dan gurita bisnis lainnya di dalam serta luar negeri. (SKO)

Tags:
Afrikaakuisisi sahamAnthoni SalimHeadlineIndofoodIndomiekonglomeratPinehill CompanyPT Indofood CBP Sukses Makmur TbkTimur Tengah
%d blogger menyukai ini: