Komitmen Bangun Bisnis Berkelanjutan, Ini Sederet Implementasi dan Penghargaan ESG Bank BNI

20 September 2022 05:31 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Nasabah melakukan transaksi di salah satu cabang Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance) alias ESG dalam menjalankan bisnisnya. Berikut ini penerapan ESG yang sudah diaplikasikan oleh perseroan sepanjang 2021.

Lingkungan (Environmental)

Salah satu upaya BNI dalam menerapkan bisnis yang berkelanjutan adalah menghemat penggunaan kertas dalam kegiatan operasionalnya, misalnya dengan mengakselerasi konsep digital banking.

Melalui digital banking, BNI memaksimalkan fungsi e-office BNI sebagai portal aplikasi pengelolaan dokumen dengan konsep nirkertas (paperless).

Penerapan e-absensi yang diinisiasi BNI pun telah membantu efisiensi penggunaan dokumen cetak untuk pengajuan cuti, izin, keterlambatan, dan laporan kehadiran.

BBNI terus mengupayakan digitalisasi untuk mengurangi penggunaan kertas. Tidak hanya untuk operasional sehari-hari, perseroan bahkan mengurangi pencetakan hard copy untuk laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. 

Pada tahun 2019, BNI menggunakan kertas sebanyak 163.135 kilogram. Pada tahun 2021, jumlahnya menyurut menjadi 138.526,2 kilogram.

Berhubung kegiatan operasional bank sangat mengandalkan penggunaan perangkat elektronik, pengelolaan energi pun menjadi perhatian perseroan dalam mengupayakan bisnis yang berkelanjutan.

Ada beberapa upaya yang dilakukan BNI untuk mengurangi penggunaan energi, di antaranya pemadaman lampu ruang kerja pada jam istirahat, pengurangan pemakaian lampu di Grha BNI, Plaza BNI, gedung BNI, dan menara BNI. 

Kemudian, BNI juga menetapkan pengaturan suhu air conditioner (AC) di kisaran 23°C-25°C di menara BNI, Grha BNI, gedung BNI, dan Plaza BNI.

BNI juga menginstalasi solar panel dengan kapasitas 2.200 watt untuk penerangan taman di Plaza BNI, membatasi perjalanan bisnis dengan memanfaatkan komunikasi jarak jauh, dan memperbanyak penggunaan taksi online yang pada gilirannya dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 15%.

Berkat upaya-upaya tersebut, BNI telah mengurangi penggunaan energi listrik di seluruh gudang dan bangunan BNI di kantor pusat dari yang sebelumnya sebesar 41.806.992 kWh pada 2020 menjadi 38.243.699 kWh pada 2021.

Tidak hanya itu, BNI juga memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) mobil operasional kantor pusat dari yang awalnya sebanyak 114.855 liter pada 2020 menjadi 97.526 liter.

BBNI juga telah memiliki bangunan berkonsep green building yang akan mendapatkan sertifikasi Platinum untuk desain gedung dari Green Building Council Indonesia (GBCI) pada tahun 2022.

Menara BNI pun telah memperoleh sertifikasi Gold dari lembaga yang sama dan sertifkasi Bangunan Ramah Pesepeda dari gubernur DKI Jakarta.

Untuk memaksimalkan penerapan konsep green building, perseroan mengikutsertakan beberapa pegawai dalam Sertifikasi Ahli Bangunan Hijau yang diselenggarakan GBCI.

Sosial (Social)

Dalam rangka menjunjung prinsip keberlanjutan sosial dalam tatanan konsep ESG, BNI membuat perjanjian kerja bersama (PKB) yang disusun antara kesepakatan manajemen dan perwakilan pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja.

Hal-hal yang diatur dalam PKB di antaranya hak dan kewajiban pegawai yang mencakup pengembangan kompetensi dan karir, kesejahteraan pegawai, penilaian kinerja, serta hubungan industrial antara perseroan dan pegawai.

Melalui PKB ini, BNI berupaya untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif dan membangun hubungan industrial yang baik bagi pegawai. 

Tingkat keterikatan pegawai pada tahun 2021 sebesar 96%, yang mana artinya sekitar 9 dari 10 pegawai merasa betah bekerja di BNI. 

BNI menggunakan pendekatan digital melalui online learning, e-learning, dan Daily Exercise Employee Program. Ada juga beberapa pembelajaran yang dilaksanakan dengan metode online learning tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pada tahun 2021, total kepesertaan Daily Exercise Employee Program mencapai 542.762 partisipan. Keikutsertaan pegawai pada seluruh program pembelajaran dipantau oleh BNI Corporate University dan/atau divisi/wilayah penyelenggara pelatihan serta dicatat pada platform Human Capital Management System (HCMS). 

Program-program pengembangan kompetensi yang diprakarsai BNI di antaranya: 

• Leadership, Productivity, and Accelerating Development

Program kepemimpinan untuk pegawai yang difokuskan untuk mempersiapkan pemimpin BNI pada masa mendatang. 

Tujuan program adalah untuk meningkatkan kemampuan interpersonal, kemampuan kepemimpinan, maupun kemampuan bisnis. 

• Leader Succesion

Program ini merupakan management development untuk mempersiapkan suksesi kepemimpinan, yang dilaksanakan dengan konsep 70:20:10, yaitu 70% experiential learning, 20% social learning, dan 10% formal learning

• Talent Development System

Program ini diinisiasi dengan memperhatikan hasil asesmen, penilaian kinerja, dan talent mobility plan melaui metode mentoring, cross mentoring, dan coaching.

Melalui metode tersebut, BNI berupaya memberikan pengembangan para pegawai untuk meningkatkan kemampuan hard skill atau soft skill, khususnya yang berkaitan dengan kepemimpinan. 

• Career Acceleration: Skip and Speed Track

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan pegawai dan sebagai pembekalan kompetensi manajerial ke jenjang karir berikutnya. 

Program percepatan karir dibagi menjadi dua, yaitu Skip Track yang merupakan proses percepatan mobilitas pegawai menuju jenjang tertentu dengan melompati satu posisi yang seharusnya ditempuh. 

Sementara itu, Speed Track adalah proses percepatan tingkat mobilitas pegawai menuju jenjang tertentu dengan durasi yang cenderung lebih cepat. 

• Global Postgraduate Program

Program ini memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri di berbagai universitas ternama bagi yang memenuhi kualifikasi. 

• Pra Purnabakti

Program ini adalah pelatihan khusus bagi pegawai yang akan memasuki masa purnabakti (pensiun) atau sudah menginjak usia di atas 50 tahun.

Melalui pelatihan ini, para pensiunan diharapkan dapat tetap produktif dan menikmati masa pensiun mereka. 

Tata Kelola

Ada beberapa inisiatif yang dilakukan oleh BNI untuk menggalakkan tata kelola yang berkelanjutan di internal, di antaranya membentuk Subkomite ESG di bawah Komite Manajemen Risiko & Anti-Fraud, menyusun kebijakan kredit dengan mempertimbangkan prinsip ESG.

Kemudian, memasukkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kode etik, kebijakan, dan standard operational procedure (SOP), mengadakan pelatihan untuk menambahkan wawasan pegawai terkait keberlanjutan, dan melakukan pemetaan terhadap portofolio kredit yang berdampak tinggi terhadap lingkungan.

BNI menetapkan visi untuk menjadi lembaga keuangan yang terunggul dalam layanan dan kinerja dengan cara memberikan layanan yang memperhatikan aspek risiko lingkungan dan sosial.

Untuk mencapai visi tersebut, BNI menyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB) untuk mengembangkan rencana yang lebih sistematis dan spesifik mengenai implementasi keuangan berkelanjutan secara bertahap dalam praktik bisnis.

Hal-hal yang hendak dicapai melalui RAKB di antaranya:

• menyediakan sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan pendanaan terkait perubahan iklim dalam jumlah yang memadai, 

• meningkatkan daya tahan dan saing melalui penerapan prinsip keuangan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas sistem keuangan, 

• mengurangi kesenjangan sosial, mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan hidup, menjaga keanekaragaman hayati, dan mendorong efisiensi pemanfaatan energi dan sumber daya alam, serta

• mengembangkan produk dan/atau jasa keuangan yang menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan. 

Sementara itu, Subkomite ESG di BNI memiliki beberapa tugas pokok dalam pengelolaan aspek ESG di perseroan, yakni:

1. menyusun kebijakan dan strategi pengelolaan ESG serta perubahannya,

2. mengidentifikasi potensi risiko ESG yang bedampak untuk perseroan sendiri maupun para pemangku kepentingan, 

3. memantau implementasi strategi keuangan berkelanjutan, 

4. melakukan pemantauan, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi terhadap hasil asesmen ESG BNI, dan

5. mengevaluasi penerapan strategi ESG pada seluruh lini bisnis BNI. 

Penerapan prosedur dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko keuangan berkelanjutan di BNI dijalankan dengan mengacu pada empat pilar manajemen risiko, yaitu:

1. pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi,

2. kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit,

3. sistem pengendalian internal, dan

4. kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko, serta sistem informasi manajemen risiko.

Sebagai lembaga jasa keuangan, aspek kepercayaan menjadi hal fundamental yang perlu dijaga sehingga BNI pun menetapkan kebijakan internal untuk menegakkan azas antikorupsi, antigratifikasi, dan anti-fraud, di antaranya:

• manajemen membentuk Unit Satuan Anti-fraud untuk meningkatkan penerapan strategi anti-fraud di BNI melalui aktivitas pencegahan, deteksi, investigasi, pelaporan dan sanksi, pemantauan, serta evaluasi,

• kode etik dan perilaku,

• pakta integritas, 

• dokumen komitmen pengendalian gratifikasi,

• pedoman perusahaan pengendalian gratifikasi, serta

• pedoman perusahaan sistem manajemen antipenyuapan.

Penghargaan 

Berikut ini sejumlah penghargaan yang diterima BNI dalam kaitannya dengan pelaksanaan prinsip bisnis berkelanjutan:

• Gold Rank, Asia Sustainibility Report Rating 2021 dari National Center for Sustainibility Reporting (NCSR).

• Indeks ESG Senior Leaders IDX KEHATI periode 20 Desember 2021 sampai dengan 31 Mei 2022.

• Indeks SRI-KEHATI periode Desember 2021 – Mei 2022.

• Rating Commitment CCC di ESG Disclosure Awards 2021 dari Majalah Investor dan Bumi Global Karbon Foundation/BGKF.

Rating A di MSCI ESG Ratings periode November 2021.

Kemudian, BNI juga mendapatkan pemerolehan nilai corporate governance perception index (CGPI) tahun 2021 sebesar 91,6 poin. Sementara itu, tingkat risiko ESG BNI berada di posisi 26,8 (risiko menengah/medium risk) menurut penilaian Sustainalytics.

Berita Terkait