Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Menyusut Dorong Pelemahan Kurs Rupiah ke Level Rp14.280

10 September 2021 09:01 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Nasabah melakukan penarikan uang Rupiah di salah satu telker bank di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih berpeluang mengalami tekanan ke level Rp14.280 dengan support di kisaran Rp14.230 per dolar Amerika Serikat (AS). Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah ini didorong oleh klaim tunjangan pengangguran di Negeri Paman Sam.

Data yang disebut menjadi tunjangan terendah sepanjang 18 bulan terakhir menunjukkan tingkat pengangguran di AS semakin menyusut. Departemen Tenaga Kerja AS sebelumnya melaporkan tingkat pengangguran mencapai 5,2% pada Agustus 2021.

“Data ini menunjukkan jumlah klaim terendah dalam 18 bulan, artinya sudah makin banyak warga AS yang bekerja kembali. Dan ini menunjukkan perbaikan situasi tenaga kerja AS yang membuka kemungkinan the Fed menjalankan tapering di akhir tahun,” ujar Ariston saat dihubungi TrenAsia.com, Jumat, 10 September 2021,

Di sisi lain, penguatan yield atau imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) menjadi indikasi pelaku pasar mulai melepas kepemilikannya. Hal ini, kata Ariston, turut mendorong pelemahan rupiah pada hari ini.

Sementara dari dalam negeri, kenaikan yield SUN belakangan ini bisa menunjukkan banyak pelaku pasar melepas kepemilikan SUN. Dan ini bisa menekan rupiah.

Hingga 31 Agustus 2021, yield SUN memang bergerak lebih cepat. Bahkan, yield surat utang ini telah melampaui sejumlah instrumen serupa di negara lain.

SUN tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar memiliki yield 6,2%. Angka ini lebih tinggi ketimbang Filipina (4,1%), Malaysia (3,21%), Tiongkok (2,85%), mau pun Vietnam (2,1%).

Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juda disebut Ariston belum cukup kiat mendorong penguatan rupiah. Padahal, sebanyak 43 Kabupaten/Kota telah menerapkan PPKM level 2 sejak 6 September 2021.

Berita Terkait