Kisah Sukses UMKM: Jenuh WFH, Kakak Beradik Ini Raup Untung Jutaan Rupiah Dari Lebakso dengan Modal Rp500 ribu

19 Maret 2022 07:29 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Rizky C. Septania

Foto produk bakso tahu dari Lebakso. dok. Instagram.com/@lebakso.jkt. (instagram.com/@lebakso.jkt )

JAKARTA – Pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas di luar rumah tidak harus menjadi alasan untuk mengurangi produktivitas. Hal itu dibuktikan oleh kakak-beradik Tabhita Arenza dan Shakira Ghassani yang memulai bisnis kuliner Lebakso dengan modal awal Rp500 ribu saat pandemi berlangsung. 

Shakira dan Tabhita mengungkapkan, peluncuran bisnis Lebakso berawal dari kejenuhan yang timbul di tengah-tengah pemberlakuan work from home (WFH) pada awal pandemi di tahun 2020. Mereka pun tercetus untuk mencari kegiatan yang bisa mengisi waktu saat keduanya harus menetap di rumah dalam waktu yang lama. 

“Kita sekeluarga adalah penggemar bakso tahu, tapi sayangnya kebanyakan bakso tahu hanya tebal tahunya saja tapi baksonya sedikit, dan singkat cerita lahirlah Lebakso, produk pertama kami,” ujar Shakira dan Tabhita kepada TrenAsia.com, Rabu, 16 Maret 2022. 

Pada awalnya, Shakira dan Tabhita menjajakan Lebakso dengan memasarkannya dari mulut ke mulut. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pembeli yang menghubungi Lebakso untuk membeli tahu bakso yang memiliki banyak peminat di kota Semarang dan menjadi ikon oleh-oleh dari kota tersebut. 

Minat yang besar terhadap Lebakso pun mendorong Shakira dan Tabhita untuk mengemas Lebakso dalam tone yang lebih cerah dan ceria untuk menarik target pasar mereka yang kebanyakannya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. 

Strategi yang dilakukan Shakira dan Tabhita dalam memasarkan Lebakso di antaranya dengan memanfaatkan fitur post dan reels di Instagram, direct approach ke customer melalui Instagram, menyebarluaskan informasi dari mulut ke mulut, dan membangun relasi yang baik dengan customer

Lebakso menawarkan dua jenis menu, yaitu Lebakso (bakso tahu beku) dan Lepangsit (pangsit tulang rangu sapi) dengan penyajian yang cukup mudah, yakni dengan cara menggoreng untuk Lebakso dan dengan cara diseduh seperti menyajikan mie instan untuk Lepangsit. 

Customer bisa memesan produk Le Bakso yang bisa bertahan hingga satu bulan di freezer tanpa bahan pengawet lewat akun Instagram @lebakso.jkt

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Shakira dan Tabhita hanya menyisihkan modal sebesar Rp500 ribu untuk memulai bisnis Lebakso. Dalam keterangannya, kakak-beradik itu pun menyebutkan bahwa mereka tidak meminjam dana kepada pihak lain untuk mengembangkan usaha. 

Dengan membandrol harga di kisaran Rp37.500 sampai Rp49.000, Le Bakso memberikan keuntungan sekitar Rp1 juta sampai Rp5 juta setiap bulannya dan saat ini, Le Bakso sudah terjual sampai ke luar Jakarta, seperti Tangerang, Bali, dan Semarang. 

Meski sudah cukup menuai keuntungan Le Bakso di samping mata pencaharian utama mereka, Shakira dan Tabhita masih memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis mereka, di antaranya dengan berinovasi dalam jenis-jenis menu baru dan berekspansi lewat mitra reseller

Berita Terkait