Kisah Sukses UMKM: Jahe Merah Pujaan, Minuman Sehat di Kala Pandemi

10 Januari 2021 08:28 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Produk Minuman Jahe Merah Pujaan / Instagram : @jahemerahpujaan

JAKARTA – Seperti yang telah diketahui bahwa pandemi COVID-19 mengancam kesehatan masyarakat dunia. Pasalnya, penyebaran virus corona jenis baru yang berasal dari Kota Wuhan, China itu terbilang cepat dan telah menjangkiti hampir seluruh wilayah di dunia.

Sejak awal kemunculan virus jahat ini, tak sedikit pihak yang mencari asupan untuk menangkal virus tersebut. Di Indonesia sendiri berbagai macam ramuan minuman kesehatan bermunculan di kala pandemi.

Minuman-minuman khas Tanah Air dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Salah satunya adalah minuman olahan yang berasal dari jahe merah.

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang dikenal punya banyak manfaat. Rempah asli Asia Tenggara ini mengandung banyak vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang bisa membawa manfaat bagi kesehatan tubuh.

Tak hanya untuk menghangatkan tubuh, belakangan, jahe diklaim dapat meningkatkan imun tubuh. Sehingga bisa menjadi alternatif minuman kesehatan di masa pagebluk ini.

Instagram : @jahemerahpujaan
Peluang di Masa Pandemi

Hal ini lah yang mendorong Anggita Septiani untuk memproduksi minuman jahe ketika pandemi melanda. Ditambah, kedua orang tuanya dirumahkan sehingga memperkuat dirinya untuk menjual menjual minuman jahe produksinya.

Berbekal kesukaan dia terhadap minuman jahe, Anggita membuat minuman jahe bernama ‘Jahe Merah Pujaan’. Ia merasa yakin, jahe buatannya selain berkhasiat, tapi juga nikmat untuk diminum.

“Awalnya di masa pandemi suka buat jahemerah sendiri untuk di minum dan tiba-tiba orang tua pun dirumahkan dari kantornya. Lalu terpikir untuk bantu orang tua supaya mereka punya kerjaan dirumah dan memutuskan menjual minuman dari jahe merah ini,” ujarnya kepada TrenAsia.com beberapa waktu lalu.

Produk minuman jahe merahnya ini pun saat ini dijual dalam dua varian, yakni jahe merah original dan jahe merah susu. Harga minuman kesehatan khas Nusantara ini dibanderol dengan harga Rp12.000 sampai Rp65.000, tergantung besarannya.

Anggita mengaku, dengan bermodalkan Rp250.000, saat ini keuntungan yang ia hasilkan dari menjual minuman jahe merah ini berkisar Rp500.000 hingga Rp1 juta per bulannya.

Tak banyak strategi yang ia gunakan dalam memasarkan produk minumannya ini, yakni hanya dengan “mulut ke mulut” dan memanfaatkan media sosial Instagram.

Ke depannya, ia juga berencana menambah varian rasa produk jahe merahnya ini. Tak hanya itu, ia juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar angka penjualannya semakin bertambah.

“Targetnya jahe merah pujaan ini bisa dijual di supermarket-supermarket di Indonesia dan bisa dijual sampai keluar negeri,” tutup Anggita.

Berita Terkait