Kisah Sukses UMKM: Dua Mahasiswi Ini Sukses Kembangkan Usaha Brownies Syibil

05 Oktober 2022 06:34 WIB

Penulis: Octavia Tunggal Dewi

Editor: Ananda Astri Dianka

Kisah Sukses UMKM: Dua Mahasiswi Ini Sukses Mengembangkan Usaha Brownies Syibil (Instagram: Syibilfoods.id) (Instagram: Syibilfoods.id)

JAKARTA - Brownies memang menjadi salah satu cemilan kecintaan banyak orang dari berbagai kalangan usia. 

Sehingga tidak heran jika usaha brownies menjadi pilihan bagi para pebisnis untuk melakukan usaha. Selain berpeluang besar, usaha brownies ini juga dapat menarik perhatian masyarakat dan mudah dikreasikan. 

Nasyilla Putri Nirwana usia 21 tahun yang merupakan seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Agama Islam bersama temannya Neila Firziniati usia 20 tahun seorang mahasiswi Lembaga Bahasa Arab Jakarta sukses mengembangkan usaha brownies milik ibu dari Nasyilla.

Awalnya brownies Syibil ini bernama “Eat Able Dessert”. Namun setelah beberapa bulan akhirnya mereka memutuskan untuk mengubah namanya dengan nama yang mudah diingat dan diucapkan yaitu brownies Syibil yang merupakan rekomendasi dari ibu Nasyilla itu sendiri.

Keduanya mulai mendirikan brand brownies Syibil ini sejak Oktober 2019. Kemudian mereka memasarkan nya dari mulut ke mulut, lalu pada April 2020 mereka sudah mulai memasarkan produk mereka melalui media sosial.

Instagram: Syibilfoods.id

Nasyilla dan Neila saling membantu tugas satu sama lain. Meski jumlah produksinya belum terlalu banyak namun mereka sudah memiliki jobdesk masing-masing diantaranya terdapat bagian marketing, administrasi, produksi, dan juga content creator.

Keduanya memilih untuk membangun bisnis brownies ini dikarenakan menurut mereka brownies merupakan camilan yang banyak diminati, kemasannya dan ukurannya dapat dikemas dengan variatif, serta target pasarnya tidak terbatas usia sehingga siapapun dapat mengkonsumsi brownies. Selain itu, karena brownies sangat cocok untuk sajian formal dan non-formal.

Berbicara mengenai omset, Nasyilla dan Neila dapat meraup untuk Rp1 juta- Rp2 juta per bulan.

Cara keduanya dalam memasarkan brand produk mereka yaitu dengan aktif di media sosial pribadi maupun media sosial brownies Syibil itu sendiri. Selain itu, mereka juga mempelajari cara meningkatkan penjualan produk di beberapa e-commerce diantaranya seperti Shopee, Gofood, dan lain sebagainya. Bahkan mereka turut aktif menjadi sponsor di beberapa webinar serta memanfaatkan lingkungan pertemanan untuk membantu memasarkan produk mereka.

Keunggulan produk Syibil ini sendiri yaitu menawarkan berbagai macam topping, ukuran yang sangat variatif dengan kisaran harga yang sangat terjangkau. Sehingga siapapun dapat mencicipi brownies Syibil ini. Selain itu, brownies Syibil sangat inovatif dalam mengolah cokelat menjadi brownies yang memiliki kadar gula lebih rendah dibandingkan cokelat biasanya. Sehingga brownies Syibil ini juga dapat menjadi camilan pilihan bagi yang sedang diet serta dapat menjadi camilan andalan dikala mood sedang berantakan.

Instagram: Syibilfoods.id

Setiap pebisnis dan pengusaha tentu memiliki kendala masing-masing dalam menjalankan usaha mereka, termasuk juga Nasyilla dan Neila.

“Kendalanya ada di waktu dan tenaga, karena kami semua adalah tim yang mana kami masih berasa di status mahasiswa/i. Jadi masih banyak yang harus kita pelajari dan perbaiki terutama dalam me-manage waktu” Ujar Neila saat wawancara dengan TrenAsia beberapa waktu lalu.

Varian dari produk brownies Syibil ini sangat beragam. Terdapat brownies panggang, brownies kukus dengan beragam varian toping dan ukuran yang bervariasi. Diantaranya topping lumer, topping parut dengan berbagai ukurang mulai dari 140ml hingga 750ml. Harganya pun sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp.6 ribu saja per produk.

Untuk saat ini konsumen dapat membeli produk brownies Syibil melalui Shopee @Syibilbee.nies dan WhatsApp 0857-8177-7307. Namun, rencananya keduanya akan membuka offline store dalam waktu dekat.

Untuk ke depannya, keduanya berharap dapat meningkatkan dan memaksimalkan pejualan di online store. Selain itu, mereka juga berharap dapat membuat kemasan yang ramah lingkungan dan juga praktif untuk dibawa kemana-mana. Rencananya dalam waktu dekat keduanya akan membuka offline store sehinga konsumen dapat membeli langsung di toko offline Syibil.

Berita Terkait