Kisah Sukses UMKM: Berawal dari Hobi Memasak, hingga Melahirkan Bacang Perjuangan Alias BaPer

09 September 2022 20:01 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Laila Ramdhini

BaPer (https://pbs.twimg.com/media/FT-e5nWVUAAUAoA?format=jpg&name=large)

JAKARTA – Dunia kuliner adalah dunia yang penuh dengan inovasi. Berbagai macam makanan dan juga minuman berseliweran karena bantuan dari media sosial. Meskipun jauh, tapi demi perut penuh, jarak itu pasti bisa dipangkas.

Memulai bisnis apapun itu pasti penuh dengan tantangan. Mulai dari langkah awal yang terseok-seok hingga bingung memasarkannya lewat apa. 

Pandemi COVID-19 pun memukul banyak orang dari segi ekonomi. Mau tidak mau dari yang awalnya tidak pernah berwirausaha sampai akhirnya terjun menggelutinya. 

Donal Wikarta, adalah satu dari sekian banyak orang yang terjun ke dunia usaha setelah sebelumnya bekerja kantoran pada posisi PR Agency.  Ia sudah meneruskan usaha keluarga yang sudah berjalan kurang lebih 35 tahun. 

Donal sebenernya sudah tidak asing lagi dengan dunia kuliner. Karena ia sudah menggeluti bisnis ini semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Saat itu kejadiannya adalah membantu mendiang ibunya berjualan roti goreng. Dari situ insting Donal untuk berwirausaha semakin terasah. 

Baru sekitar tahun 2016, ia mulai serius menekuni usaha keluarganya dan mencoba mengkreasikan menu baru seperti roti bakar dan pancake. 

Diawali dengan sebuah ruko milik keluarga, akhirnya ia memanfaatkan tempat tersebut untuk membuka usahanya sendiri. 

“Pemicu dari saya adalah karena saya senang banget sama masak. Jadi coba nantang diri sendiri untuk buka usaha kuliner,” ujar Donal Wikarta dalam wawancara bersama TrenAsia beberapa waktu lalu. 

Donal menambahkan bahwa ada faktor garis keturunan dalam keluarga, karena semua anggota keluarganya adalah pedagang, jadi tidak sulit untuk memulai untuk berwirausaha. 

Ia juga menegaskan bahwa di awal-awal membuka usaha kuliner sangat sulit. Mulai dari mencari supplier bahan, melakukan pemasaran hingga pengiriman. Namun sekarang perihal pengiriman, ia mengaku sudah lebih mudah dan cepat. 

“Kami memanfaatkan media sosial seperti Twitter. Hingga lama kelamaan masuk ke WhatsApp group,” ucap Donal. 

Di akun twitternya @dnlwkrt Donal sering sekali membagikan foto beberapa barang dagangannya yang pastinya membuat ketagihan. Ada yang memang reseller baso dari usaha keluarga dan ada juga yang menu baru kreasi dari Donal. 

Yang unik adalah menu BaPer, siomay koko cici, pia kemudian nasi ayam Benteng itu semua adalah menu baru yang Donal berusaha tawarkan ke para rekan dan juga followernya di media sosial. 

Bacang Perjuangan atau BaPer adalah salah satu makanan yang menjadi andalan dari Donal. Kenapa dinamakan BaPer, karena pada saat ia merintis berjualan bacang, saat itu persaingan sangat ketat dengan bacang lainnya yang sudah terlebih dahulu eksis. Yang bikin beda adalah BaPer ini ada di harga yang sangat terjangkau tapi porsinya bikin kenyang. 

Lalu ditambah lagi bumbu-bumbu yang ada di bacang perjuangan ini juga meresap sampai ke lapisan luar beras atau ketannya.

Donal membeberkan bahwa produk makanan yang ia kelola ini semuanya menggunakan sistem pre-order. Namun ada juga yang sudah siap sedia. 

“Rata-rata tiap item menu kuota jualnya itu ada di 30-50 pax,” kata Donal. 

Donal juga ingin suatu saat BaPernya ini bisa masuk ke pasar yang lebih besar untuk titip jual atau juga bisa masuk ke café hingga ke coffee shop, sekaligus ia juga membuka peluang reseller untuk teman-teman yang punya minat yang sama. 

Adapun tips yang Donal berikan jika ingin bergelut di usaha kuliner yaitu salah satunya harus punya ciri khas. 

“Bila ingin masuk ke usaha kuliner, harus punya ciri khas. Pikirkan dengan baik nama, kuliner, rasa, pengemasan dan pemasaran. Lalu jangan mudah menyerah, karena bisnis makanan itu profitnya lumayan tapi tantangannya lumayan juga,” tutup Donal. 

Berita Terkait